PONTIANAKMEREKAM.COM, MANCHESTER –  Manajer Manchester City, Pep Guardiola, tak mampu menyembunyikan rasa frustrasinya terhadap penggunaan Video Assistant Referee (VAR) setelah timnya terlibat dalam laga kontroversial di ajang Piala Carabao. Sorotan utama tertuju pada gol Antoine Semenyo yang dianulir oleh wasit setelah peninjauan VAR, keputusan yang memicu perdebatan luas di kalangan publik sepak bola Inggris.

Dalam pertandingan tersebut, momen krusial terjadi saat Semenyo berhasil menjebol gawang Manchester City. Gol itu sempat disambut euforia oleh tim lawan dan pendukungnya, sebelum akhirnya dianulir karena dianggap terjadi pelanggaran dalam proses terjadinya gol. Keputusan itu sontak mengubah jalannya laga dan menjadi bahan perbincangan usai pertandingan.

Pep Guardiola, yang dikenal vokal soal perkembangan sepak bola modern, mengungkapkan kekecewaannya terhadap inkonsistensi penggunaan VAR. Menurutnya, teknologi yang seharusnya membantu wasit justru kerap memunculkan interpretasi berbeda dari satu pertandingan ke pertandingan lain.

“VAR dibuat untuk memperjelas keputusan, bukan menambah kebingungan,” ujar Guardiola dalam sesi konferensi pers pascalaga. Ia menilai bahwa standar penilaian pelanggaran kerap berubah, tergantung siapa yang terlibat dan di kompetisi apa pertandingan tersebut berlangsung.

Meski enggan menyalahkan individu wasit, Guardiola menekankan bahwa sistem dan penerapannya perlu dievaluasi agar tidak merugikan tim maupun merusak esensi permainan.

Gol Antoine Semenyo yang dianulir dinilai sebagai momen kunci dalam pertandingan tersebut. Sejumlah pengamat menilai, jika gol itu disahkan, jalannya laga bisa berubah signifikan. Keputusan VAR akhirnya memicu reaksi keras, tidak hanya dari Guardiola, tetapi juga dari pengamat, mantan pemain, hingga warganet di media sosial.

Perdebatan pun meluas, dengan sebagian pihak menilai keputusan wasit sudah sesuai aturan, sementara yang lain menganggapnya terlalu subjektif dan tidak sejalan dengan semangat fair play.

Insiden ini menambah daftar panjang kontroversi VAR di sepak bola Inggris, khususnya pada kompetisi domestik seperti Premier League dan Piala Carabao. Dalam beberapa musim terakhir, VAR kerap diperdebatkan karena dinilai:

  • Terlalu lama dalam mengambil keputusan

  • Kurang konsisten dalam menilai pelanggaran

  • Mengurangi spontanitas dan emosi alami pertandingan

Guardiola sendiri bukan kali pertama menyuarakan kritik. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak menolak teknologi, namun menginginkan penerapan yang lebih jelas, transparan, dan seragam.

Reaksi publik terhadap pernyataan Guardiola terbelah. Sebagian mendukung sikap sang pelatih yang dianggap mewakili keresahan banyak tim, sementara lainnya menilai bahwa keputusan wasit adalah bagian dari permainan yang harus diterima.

Di sisi lain, otoritas sepak bola Inggris kembali mendapat tekanan untuk mengevaluasi regulasi VAR, terutama dalam kompetisi piala yang atmosfernya kerap lebih intens dan menentukan.

Kemarahan Pep Guardiola terhadap VAR usai dianulirnya gol Antoine Semenyo menegaskan bahwa isu konsistensi dan transparansi VAR masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi sepak bola modern. Meski bertujuan menciptakan keadilan, teknologi ini justru kerap memunculkan kontroversi baru yang memengaruhi hasil pertandingan dan emosi pelaku sepak bola.

Ke depan, publik menanti langkah konkret otoritas sepak bola untuk memastikan VAR benar-benar menjadi alat bantu, bukan sumber polemik berkepanjangan.

Penulis: SB

Editor: Chairul

Iklan

Banner BlogPartner Backlink.co.id Seedbacklink