PONTIANAKMEREKAM.COM, PONTIANAK – Saat hujan bukan hanya soal genangan air dan kemacetan, tapi juga munculnya “ranjau” di jalan raya alias lubang yang tiba-tiba menjamur. Banyak pengendara mengeluhkan kondisi jalan yang semula mulus mendadak hancur saat intensitas hujan meningkat.

Lantas, kenapa aspal seolah tak berdaya menghadapi guyuran hujan?

Musuh Bebuyutan Aspal: Air Secara teknis, air adalah musuh utama aspal. Aspal memiliki sifat elastis, namun jika terus-menerus terendam air, ikatan kimia di dalamnya akan melemah. Air yang masuk melalui pori-pori atau retakan kecil akan meresap hingga ke lapisan fondasi jalan.

“Ketika air masuk ke dasar jalan, struktur tanah di bawahnya menjadi lembek. Tekanan dari kendaraan beban berat akhirnya membuat aspal pecah dan terbentuklah lubang,” jelas pakar infrastruktur dalam keterangannya, Jumat (30/1/2026).

Beban Berlebih dan Drainase Buruk Selain faktor alam, drainase yang mampet juga menjadi biang kerok. Genangan air yang tidak mengalir membuat aspal “terendam” lebih lama, sehingga proses pelapukan terjadi lebih cepat.

Kondisi ini semakin diperparah dengan melintasnya kendaraan bermuatan besar atau Over Dimension Over Load (ODOL). Aspal yang sudah rapuh karena air akan langsung hancur begitu dilindas truk bermuatan berat.

Tips Aman Lewati “Jebakan Betmen” Bagi para bikers dan pengemudi mobil, kondisi jalan rusak di musim hujan wajib diwaspadai. Berikut tips singkat agar terhindar dari kecelakaan:

  1. Jaga Jarak Aman: Memberi ruang lebih agar Anda punya waktu bereaksi saat melihat lubang di depan.

  2. Hindari Genangan Dalam: Jangan nekat menerjang genangan yang menutupi seluruh permukaan jalan, karena kita tidak tahu sedalam apa lubang di bawahnya.

  3. Cek Kondisi Ban: Pastikan tekanan ban ideal untuk meredam guncangan saat tak sengaja menghantam jalan rusak.

Ingat, keselamatan adalah prioritas utama. Tetap waspada dan jangan ngebut saat melintasi jalur yang rawan genangan air!

Penulis: Nv

Editor: Chairul

Iklan