Geger di Kapuas Hulu: Jenazah Pria Ditemukan di Tepi Jalan Poros Seberuang

Jenazah Laki-Laki Ditemukan di Poros Jalan Seberuang

PONTIANAKMEREKAM.COM, KAPUAS HULU – Warga Kabupaten Kapuas Hulu digegerkan dengan penemuan jenazah seorang pria berinisial AP (53) di tepi Jalan Poros antara Desa Menapar dan Desa Bati, Kecamatan Seberuang pada Jumat pagi (27/02/2026) sekitar pukul 06.00 WIB. Peristiwa ini sontak memicu perhatian warga dan aparat kepolisian setempat.

Penemuan bermula ketika beberapa warga menyampaikan laporan bahwa seorang pria yang sudah beberapa hari tidak pulang ke rumah dilaporkan hilang. Sekitar pukul 06.00 WIB, saksi bernama Petrus Sumardi dan Yosef Apung menemukan korban tergeletak dalam kondisi tidak bernyawa di tepi jalan poros yang menghubungkan dua desa tersebut.

Posisi jenazah yang tersungkur di pinggir jalan serta bau menyengat berasal dari area sekitar mulut korban membuat warga langsung menghubungi pihak berwenang untuk penyelidikan lebih lanjut. Petugas dari Puskesmas Seberuang yang tiba di lokasi bersama kepolisian juga mencium aroma kuat yang diduga berasal dari cairan racun rumput jenis Gramoxone, yang ditemukan di dekat jasad korban.

Menurut keterangan Kapolsek Seberuang, IPDA Agung Herlambang, hasil pemeriksaan awal dan barang bukti yang ditemukan memperkuat dugaan bahwa korban meninggal akibat bunuh diri dengan meminum cairan kimia beracun. Satu botol racun rumput yang diduga digunakan oleh AP ditemukan di pondok ladang miliknya.

Pihak keluarga korban, yang diwakili oleh adik kandung almarhum, menyatakan telah menerima kejadian menyedihkan ini dan menolak untuk dilakukan autopsi oleh pihak berwenang. Jenazah telah diserahkan kepada keluarga untuk segera dimakamkan sesuai dengan keyakinan dan tradisi setempat.

Saat proses evakuasi jenazah, polisi turut mengamankan satu unit sepeda motor milik korban yang kini telah diserahkan kembali kepada pihak keluarga. Istri korban diketahui tidak berada di lokasi karena tengah mendampingi anak bungsunya yang menjalani proses persalinan di salah satu rumah sakit di Sintang.

Pihak kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk memastikan seluruh fakta di lapangan. “Penyelidikan masih terus kami lakukan,” ujar salah satu petugas. Hingga kini, belum ada penyataan resmi terkait penyebab pasti kematian, namun bukti awal dan posisi barang-barang di TKP sangat mendukung dugaan bunuh diri.

Insiden tragis ini mengingatkan kembali masyarakat tentang pentingnya kewaspadaan terhadap pola kehidupan sosial dan kesehatan mental di lingkungan. Polisi mengimbau warga yang menemukan atau mengalami kesulitan emosional atau stres berat untuk segera mencari pertolongan profesional atau menghubungi layanan terdekat demi mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Aparat setempat juga berjanji akan terus melakukan koordinasi bersama keluarga dan masyarakat guna memastikan proses hukum serta tata cara pemakaman berjalan dengan baik dan menghormati keputusan pihak keluarga.

Penulis: fz

Editor: Chairul

Iklan