Dari CCTV hingga Penangkapan Dini Hari, Polisi Bongkar Jaringan Pencurian Lonceng Sekolah di Pontianak
PONTIANAKMEREKAM.COM, PONTIANAK – Kerja keras aparat Polsek Pontianak Kota akhirnya membuahkan hasil. Tiga pria yang diduga terlibat dalam kasus pencurian lonceng sekolah berhasil diamankan dalam operasi penangkapan yang berlangsung dramatis pada dini hari.
Penangkapan pertama dilakukan pada Kamis, 22 Januari 2026, sekitar pukul 01.00 WIB, di kawasan Jembatan Pasar Tengah, Kelurahan Darat Sekip. Polisi berhasil mengamankan seorang pria berinisial S.I. (32), yang diketahui merupakan residivis dan diduga kuat sebagai salah satu pelaku utama.
Dari hasil interogasi singkat, S.I. mengakui perbuatannya serta menyebut dua rekannya yang turut terlibat, yakni A.P. (21) dan A.N. (31), yang saat itu masih berstatus DPO.
Tak berselang lama, polisi kembali memperoleh informasi keberadaan kedua terduga pelaku lainnya. Sekitar pukul 03.00 WIB, aparat bergerak ke wilayah Kelurahan Sungai Jawi Luar, Kecamatan Pontianak Barat, dan berhasil mengamankan A.P. dan A.N. tanpa perlawanan.
Ketiga pelaku diketahui merupakan residivis dengan latar belakang tidak memiliki pekerjaan tetap. Polisi juga mengamankan satu unit sepeda motor Honda Vario yang digunakan sebagai sarana saat melakukan pencurian.
Dalam pemeriksaan lanjutan, para pelaku mengungkap bahwa lonceng tembaga hasil curian telah dijual kepada seorang pengepul barang bekas di kawasan Kota Pontianak dengan harga Rp1.620.000. Uang hasil kejahatan tersebut kemudian digunakan untuk membeli narkoba jenis sabu-sabu, bermain judi online, serta memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Pengakuan para pelaku menunjukkan bahwa kejahatan ini bukan hanya bermotif ekonomi, tetapi juga berkaitan dengan penyalahgunaan narkotika,” ungkap sumber penyidik.
Saat ini, ketiga tersangka telah diamankan di Polsek Pontianak Kota untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut. Polisi juga masih melakukan pengembangan, termasuk menelusuri peran penadah barang curian.
Kasus ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat sekaligus pengingat akan pentingnya pengawasan lingkungan, terutama di fasilitas umum dan pendidikan.
Penulis: SB
Editor: Chairul
