Bahasan Ajak Pemuda Kawal Implementasi KUHP & KUHAP yang Berkeadilan di Pontianak

Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan didapuk menjadi keynote speaker Simposium Kepemudaan HMI Cabang Kota Pontianak, foto istimewa

PONTIANAKMEREKAM.COM, PONTIANAK – Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam mengawal implementasi Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) agar benar-benar berlandaskan prinsip keadilan dan hak asasi manusia.

Hal ini disampaikan Bahasan saat dirinya menjadi keynote speaker dalam Simposium Kepemudaan HMI Cabang Kota Pontianak Masa Juang 2025–2026 yang digelar di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Pontianak, Minggu (8/2/2026).

Simposium yang mengangkat tema “Peran Pemuda dalam Mengawal Implementasi KUHP dan KUHAP yang Berkeadilan” ini menjadi ruang dialog strategis bagi para kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), mahasiswa berbagai kampus, serta tokoh kepemudaan untuk membahas peran generasi muda terhadap arah pembaruan hukum di Indonesia, khususnya di Kalbar.

Menurut Bahasan, pembaruan KUHP dan KUHAP merupakan bagian penting dari sistem hukum nasional yang harus dipahami secara komprehensif oleh semua elemen masyarakat. “Pemuda tidak boleh hanya menjadi penonton. Mereka harus aktif mengawal implementasi KUHP dan KUHAP agar tetap berada pada koridor keadilan, menjunjung tinggi hak asasi manusia, serta memberikan kepastian hukum bagi masyarakat,” tegasnya dalam sambutan tersebut.

Dalam kesempatan itu, Bahasan menjelaskan bahwa generasi muda memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan sekaligus kontrol sosial. Ia menilai pemuda yang kritis, paham hukum, dan aktif berdiskusi dapat membantu masyarakat luas memahami esensi dan dampak perubahan regulasi hukum yang tengah berlangsung.

Ia juga menekankan bahwa keterlibatan pemuda tidak harus bersifat konfrontatif, tetapi bisa melalui penguatan literasi hukum, forum diskusi ilmiah, serta penyampaian gagasan secara konstruktif. Bahasan menilai, simposium seperti ini merupakan wadah terbaik untuk memupuk kesadaran kritis generasi muda sekaligus melahirkan gagasan yang berdasarkan kajian mendalam dan menjawab kepentingan publik.

“Melalui diskusi-diskusi akademik seperti ini, pemuda diharapkan mampu memahami substansi regulasi secara utuh, sehingga kritik dan masukan yang disampaikan benar-benar berbasis kajian dan kepentingan publik,” tambah Bahasan.

Bahasan pun memberikan apresiasi kepada HMI Cabang Pontianak yang konsisten menghadirkan ruang intelektual bagi kader dan mahasiswa untuk berdiskusi tentang isu strategis, terutama tentang hukum dan keadilan. Ia berharap kegiatan seperti ini tidak hanya berhenti di ranah diskusi, tetapi juga mampu melahirkan rekomendasi yang berguna bagi penguatan sistem hukum nasional, baik di tingkat daerah maupun pusat.

Simposium Kepemudaan HMI Cabang Pontianak tersebut diikuti oleh kader HMI dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kota Pontianak. Acara ini menjadi ajang saling bertukar gagasan mengenai peran pemuda dalam mengawal proses implementasi hukum pidana dan hukum acara pidana yang adil serta demokratis di masa depan.

Penulis: fz

Editor: Chairul

Iklan