Pemkot Pontianak Juara Turnamen Tenis Meja Antarinstansi HUT ke-79 BPK RI Kalbar
PONTIANAKMEREKAM.COM, PONTIANAK – Tim tenis meja Pemerintah Kota Pontianak berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih juara pertama dalam turnamen eksibisi antarinstansi yang digelar dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI). Turnamen berlangsung selama dua hari, yakni pada 17–18 Januari 2026, bertempat di Aula BPK RI Perwakilan Kalimantan Barat.
Ajang eksibisi ini diikuti oleh 14 instansi dari berbagai unsur pemerintahan dan lembaga pendidikan di Kalimantan Barat. Turnamen tidak hanya menjadi wadah kompetisi olahraga, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi dan membangun sinergi antarlembaga di luar forum formal pemerintahan.
Pada partai final, tim tenis meja Pemkot Pontianak tampil solid dan konsisten. Mereka berhasil menuntaskan perlawanan tim Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dengan permainan disiplin dan kerja sama tim yang kuat. Kemenangan tersebut memastikan Pemkot Pontianak keluar sebagai juara pertama. Sementara itu, posisi juara ketiga diraih oleh tim Universitas Tanjungpura setelah mengalahkan tim Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Kalbar.
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menyampaikan apresiasinya atas pencapaian tersebut. Menurutnya, prestasi yang diraih bukan semata-mata soal kemenangan, tetapi juga mencerminkan semangat kebersamaan yang terbangun melalui olahraga.
“Prestasi ini tentu membanggakan. Namun yang lebih penting adalah terbangunnya silaturahmi dan komunikasi antarlembaga. Lewat olahraga, suasana menjadi lebih cair dan kolaborasi ke depan akan semakin kuat,” ujar Edi, Minggu (18/1/2026).
Menariknya, para atlet yang bertanding dalam turnamen ini merupakan aparatur sipil negara (ASN) dari masing-masing instansi, termasuk sejumlah pimpinan dan kepala perangkat daerah. Sejak babak penyisihan hingga partai final, pertandingan berlangsung dalam suasana akrab, penuh kehangatan, dan menjunjung tinggi sportivitas.
Sorak-sorai dukungan dari rekan satu instansi turut memeriahkan setiap pertandingan. Meskipun bersifat eksibisi, para peserta tetap menunjukkan semangat kompetitif yang sehat. Turnamen ini secara khusus dirancang bukan untuk mengejar gengsi kemenangan semata, melainkan sebagai ajang silaturahmi, kebersamaan, dan penguatan relasi kerja antarlembaga.
Edi menilai, keterlibatan ASN dan pimpinan perangkat daerah dalam satu arena pertandingan mencerminkan semangat egaliter dan kekompakan. Interaksi informal seperti ini, menurutnya, memiliki dampak positif terhadap pelaksanaan tugas pemerintahan.
“Ketika hubungan antarlembaga terbangun dengan baik, koordinasi akan lebih mudah, kepercayaan meningkat, dan pelayanan kepada masyarakat bisa berjalan lebih efektif,” jelasnya.
Selain itu, kegiatan olahraga bersama juga dinilai penting sebagai sarana menjaga kebugaran jasmani di tengah padatnya aktivitas birokrasi. Dengan kondisi fisik yang sehat, ASN diharapkan mampu bekerja lebih produktif dan berimbang.
Edi berharap kegiatan serupa dapat terus digelar secara berkelanjutan, baik antarinstansi pemerintah maupun melibatkan pemangku kepentingan lainnya. Menurutnya, olahraga dapat menjadi bagian dari budaya kerja yang sehat, kolaboratif, dan berorientasi pada kebersamaan.
“Semoga ajang seperti ini bisa menjadi agenda rutin, karena manfaatnya sangat besar, tidak hanya bagi kesehatan, tetapi juga bagi kualitas kerja dan hubungan antarlembaga,” tambahnya.
Sementara itu, BPK RI Perwakilan Kalimantan Barat memilih tenis meja sebagai cabang olahraga eksibisi karena memiliki nilai filosofis yang kuat. Tenis meja menuntut ketangguhan, kelincahan, refleks cepat, ketepatan, serta kemampuan membaca arah permainan.
Nilai-nilai tersebut dinilai selaras dengan tuntutan kerja lembaga pemeriksa dan instansi pemerintahan di tengah dinamika kebijakan serta perubahan lingkungan strategis yang berlangsung cepat. Melalui olahraga, diharapkan semangat profesionalisme, adaptivitas, dan kerja sama dapat terus terasah.
Melalui momentum HUT ke-79 BPK RI ini, turnamen eksibisi tenis meja diharapkan tidak hanya meninggalkan catatan prestasi, tetapi juga memperkuat sinergi dan komunikasi lintas lembaga demi mendukung tata kelola pemerintahan yang lebih solid dan berintegritas.
