2 Maskapai Baru di Indonesia 2026: Air Borneo dan Mukhtara Air — Rute, Harga Tiket & Korporasi
PONTIANAKMEREKAM.COM, PONTIANAK – Industri penerbangan Indonesia kembali bergairah dengan hadirnya dua maskapai baru yang diproyeksikan akan mengudara di awal 2026, yakni Air Borneo dan Mukhtara Air. Kehadiran keduanya dipandang sebagai langkah strategis memperluas pilihan penerbangan domestik dan internasional, sekaligus mendukung aksesibilitas menuju berbagai tujuan, mulai dari Kalimantan hingga Timur Tengah.
1. Air Borneo — Maskapai Regional yang Bidik Konektivitas Kalimantan
Air Borneo merupakan maskapai baru yang lahir dari akuisisi MASwings oleh pemerintah Kerajaan Sarawak, Malaysia, dan kini tengah mempersiapkan operasi perdananya di Indonesia.
Korporasi & Latar Belakang
Air Borneo merupakan bagian dari upaya pemerintah Sarawak memperkuat konektivitas regional, khususnya di wilayah Borneo yang terbagi antara Indonesia dan Malaysia. Langkah ini diharapkan meningkatkan mobilitas warga serta mendukung strategi pengembangan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Rute Utama
Rute yang direncanakan Air Borneo antara lain:
-
Penerbangan langsung ke Ibu Kota Nusantara (IKN) — memperkuat konektivitas antara Kalimantan dengan pusat pemerintahan baru Indonesia.
-
Rute lain kemungkinan akan meliputi bandara-bandara penting di Kalimantan dan wilayah sekitar.
Harga Tiket
Belum ada daftar resmi harga tiket dari Air Borneo di Indonesia. Namun, ekspansi ini diprediksi akan menyediakan opsi tarif kompetitif, khususnya untuk rute regional di Kalimantan, yang selama ini menjadi tantangan bagi maskapai lain lantaran permintaan dan biaya operasi. Analis dari sektor penerbangan menyebut bahwa masuknya maskapai baru akan mendorong persaingan tarif, termasuk selama masa promosi awal.
2. Mukhtara Air — Fokus pada Penerbangan Internasional dan Haji/Umrah
Mukhtara Air adalah maskapai asing asal Arab Saudi yang juga diproyeksikan beroperasi di Indonesia pada awal Januari 2026, setelah proses izin Air Operator Certificate (AOC) memasuki tahap akhir.
Korporasi & Visi
Mukhtara Air merupakan entitas dari Manazil Al Mukhtara Company Holding, perusahaan yang berbasis di Madinah, Arab Saudi dan memiliki pengalaman kuat di sektor layanan haji, umrah, serta perhotelan internasional. Maskapai ini mengusung konsep full service airline, artinya penumpang dapat menikmati layanan lebih lengkap dibanding maskapai bertarif rendah (low cost carrier).
Rute yang Disiapkan
Rute perdana yang diajukan meliputi:
-
Jakarta – Madinah
-
Jakarta – Jeddah
-
Surabaya – Madinah
-
Surabaya – Jeddah
Rencana ini menunjukkan fokus kuat pada penerbangan internasional yang mendukung perjalanan ibadah serta konektivitas wilayah Timur Tengah dan Indonesia.
Selain itu, Mukhtara Air juga menyiapkan layanan penerbangan domestik (feeder) untuk mendukung konektivitas dari berbagai kota besar di Indonesia ke rute internasional mereka.
Armada & Target
Untuk tahap awal, maskapai ini akan mengoperasikan beberapa tipe pesawat seperti Airbus A320 untuk rute pendek dan Airbus A330 untuk rute internasional panjang. Targetnya adalah memperluas armada menjadi sekitar 10 unit pesawat dalam beberapa tahun mendatang.
Harga Tiket
Belum ada tarif resmi yang dipublikasi Mukhtara Air untuk rute internasional atau domestiknya, tetapi sebagai maskapai full service, harga tiket diperkirakan berada di atas maskapai low cost carrier dan mengikuti standar pasar layanan internasional. Pilihan layanan lengkap (makanan, bagasi, dan layanan lounge) biasanya termasuk dalam struktur harga.
3. Implikasi & Peluang dari Masuknya Dua Maskapai Baru
Kedua maskapai ini diharapkan dapat:
-
Menambah pilihan penerbangan domestik dan internasional bagi masyarakat Indonesia.
-
Mendorong penurunan harga tiket jangka panjang karena meningkatnya persaingan.
-
Mendukung konektivitas regional, khususnya rute ke Kalimantan (Air Borneo) serta hubungan udara ke negara-negara Timur Tengah (Mukhtara Air).
-
Memperkuat peran Indonesia sebagai pusat transit dan tujuan penerbangan di kawasan Asia Tenggara.
Menteri Perhubungan RI menyambut baik masuknya maskapai baru ini sebagai bagian dari ventilasi investasi dan jaringan penerbangan yang makin dinamis di Indonesia.
4. Catatan Perizinan & Operasional
Perlu dicatat bahwa secara regulasi, Mukhtara Air masih harus menyelesaikan proses AOC dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara sebelum dapat resmi mengoperasikan penerbangan komersial di Indonesia, termasuk registrasi pesawat dan pemenuhan persyaratan teknis lainnya.
Sementara Air Borneo perlu memenuhi semua aturan operasional dari otoritas penerbangan Indonesia, termasuk perizinan rute dan persyaratan keselamatan sebelum diberi lampu hijau resmi.
Pada awal 2026, industri penerbangan Indonesia diperkirakan akan menyambut dua maskapai baru, Air Borneo dari Malaysia (Sarawak) dan Mukhtara Air dari Arab Saudi. Keduanya membawa misi berbeda—Air Borneo fokus pada konektivitas regional di Kalimantan dan sekitarnya, sedangkan Mukhtara Air memprioritaskan rute internasional terutama yang terkait dengan perjalanan haji dan umrah. Kehadiran mereka diprediksi akan menambah pilihan layanan bagi penumpang, memperkuat kompetisi tarif, serta membuka peluang baru dalam jaringan penerbangan domestik dan internasional.
Penulis: SB
Editor: Chairul
