Ledakan Dahsyat di Dapur Seafood Pontianak, 7 Orang Terluka Parah Saat Warung Hampir Tutup
PONTIANAKMEREKAM.COM, PONTIANAK – Ledakan hebat mengguncang sebuah rumah makan seafood di kawasan Jalan Ampera, Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Insiden yang terjadi pada Sabtu (4/4/2026) malam itu menyebabkan tujuh orang mengalami luka bakar serius.
Peristiwa tersebut terjadi di Dapok Ngah Sho, tepatnya di Gang Ikhlas. Saat kejadian, aktivitas di rumah makan sebenarnya sudah mendekati waktu tutup. Para karyawan tengah bersih-bersih sambil menyelesaikan pesanan terakhir pelanggan.
Namun situasi mendadak berubah mencekam ketika ledakan terjadi secara tiba-tiba dari area dapur. Kuatnya ledakan membuat para pekerja yang berada di sekitar sumber kejadian tak sempat menyelamatkan diri.
Akibat insiden tersebut, tujuh orang yang terdiri dari pengelola dan karyawan mengalami luka bakar dengan tingkat keparahan berbeda. Seluruh korban sempat dilarikan ke RS Bhayangkara sebelum akhirnya dirujuk ke RS Kharitas Bhakti untuk penanganan lanjutan.
Pihak keluarga menyebut seluruh korban telah menjalani tindakan operasi secara bertahap sejak Minggu (5/4). Tiga orang lebih dulu menjalani operasi, kemudian disusul empat korban lainnya pada hari berikutnya.
Salah satu korban yang mengalami kondisi paling serius adalah pengelola dapur bernama Doni. Ia mengalami luka bakar hingga sekitar 45 persen dan saat ini masih menjalani perawatan intensif di ruang ICU.
Sementara korban lainnya mengalami luka bakar di sejumlah bagian tubuh, seperti wajah, leher, tangan, hingga punggung. Bahkan, beberapa di antaranya juga mengalami luka robek akibat benturan saat berusaha menyelamatkan diri dari ledakan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, saat kejadian terdapat sembilan karyawan yang berada di lokasi. Namun hanya tujuh orang yang terdampak langsung. Dua karyawan lainnya berhasil selamat karena berada di area yang cukup jauh dari pusat ledakan.
Dugaan sementara, ledakan dipicu oleh kebocoran gas dari tabung LPG di dapur. Sebelum kejadian, sempat tercium bau gas, bahkan tabung sempat dipindahkan ke bagian belakang. Namun tak lama kemudian, ledakan besar terjadi dan merusak sebagian bangunan.
Kondisi rumah makan kini mengalami kerusakan cukup parah dan belum dapat beroperasi kembali. Pihak keluarga mengaku masih fokus pada proses pemulihan para korban sebelum memikirkan kelanjutan usaha.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap penggunaan gas di tempat usaha, terutama di area dapur yang memiliki risiko tinggi terhadap kebakaran dan ledakan.
Penulis: fz
Editor: Chairul
