Kronologi 206 Orang di Ketapang Diduga Keracunan Makanan MBG
PONTIANAKMEREKAM.COM, KETAPANG – Sebanyak 206 siswa dan guru di Kecamatan Marau, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, diduga mengalami keracunan massal setelah menyantap hidangan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan di sekolah mereka pada Rabu (4/2/2026). Laporan kejadian baru diterima pihak berwenang pada Kamis (5/2/2026) pagi.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Ketapang mencatat bahwa ratusan korban berasal dari tiga sekolah berbeda, yakni SMP Negeri 1 Marau, SMA Negeri 1 Marau, dan SMK Negeri 1 Marau. Mereka mulai menunjukkan gejala tidak lama setelah menyantap menu MBG di sekolah masing-masing.
Kepala Dinkes Ketapang, dr. Feria Kowira, membenarkan laporan itu. Menurutnya, laporan kasus keracunan massal diterima sekitar pukul 10.00 WIB pada Kamis pagi setelah siswa dan guru mendatangi fasilitas kesehatan setempat. “Para korban mengeluhkan mual, muntah, pusing, sakit perut, hingga diare, serta sebagian mengalami dehidrasi,” ujar dr. Feria kepada wartawan.
Para korban langsung dibawa ke sejumlah puskesmas di wilayah Marau untuk mendapatkan perawatan medis. Hingga Kamis malam, beberapa di antaranya masih menjalani treatment karena kondisinya belum sepenuhnya pulih, sementara yang membaik sudah diperbolehkan pulang.
Tim medis dari Dinas Kesehatan ketapang mengerahkan beberapa tenaga kesehatan untuk menangani kejadian ini, termasuk pengambilan sampel makanan dan sampel muntah para korban yang akan diuji di laboratorium guna menentukan penyebab pasti kejadian tersebut.
Hingga kini, belum ada konfirmasi resmi mengenai komponen menu MBG yang menjadi sumber dugaan keracunan, sehingga pihak otoritas menunggu hasil uji laboratorium untuk memastikan apa penyebab pasti dari kasus ini.
Peristiwa ini kembali menyoroti tantangan dalam pelaksanaan program MBG, yang beberapa kali dalam beberapa bulan terakhir dilaporkan menimbulkan gejala keracunan di sejumlah wilayah di Kalimantan Barat dan sekitarnya — meskipun faktor penyebabnya masih dalam investigasi.
Penulis: Nv
Editor: Chairul
