Kebutuhan Guru SD di Kalbar Masih Tinggi, Mahasiswa PGSD Jadi Andalan

Kebutuhan Guru SD di Kalbar Masih Tinggi, Mahasiswa PGSD Jadi Andalan. ilustrasi

PONTIANAKMEREKAM.COM, PONTIANAK – Kebutuhan tenaga pengajar guru sekolah dasar (SD) di Kalimantan Barat masih menjadi persoalan penting di sektor pendidikan. Dilansir dari Kalbarnews, data terbaru dari Universitas Terbuka (UT) Pontianak menunjukkan bahwa Kabupaten Sekadau hingga saat ini membutuhkan banyak tenaga guru SD untuk mengisi kekosongan di sekolah-sekolah dasar di daerah tersebut.

Wisuda Universitas Terbuka Pontianak Tahun 2026 yang digelar di Qubu Resort, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, mencatat sebanyak 25 wisudawan berasal dari Kabupaten Sekadau. Sebagian besar dari mereka merupakan lulusan dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), menunjukkan tingginya minat masyarakat setempat untuk terjun di dunia pendidikan.

Kepala Sentra Layanan UT (SALUT) Kabupaten Sekadau, Abang Mohd Firman, M.Pd., mengungkapkan bahwa kebutuhan guru SD di daerah itu masih sangat besar. “Untuk tenaga pendidik, yang paling kurang saat ini adalah guru SD. Di Sekadau, mahasiswa PGSD mencapai sekitar 350 orang, hampir 50 persen dari total jumlah mahasiswa UT Sekadau,” ujar Firman.

Menurut Firman, tingginya jumlah mahasiswa PGSD tak hanya mencerminkan minat tinggi masyarakat terhadap profesi guru, tetapi juga menjadi salah satu upaya menjawab kekurangan tenaga pengajar di sekolah dasar, terutama di wilayah pedesaan dan daerah terpencil yang seringkali kesulitan menarik tenaga pendidik.

Direktur UT Pontianak, Robi Siswanto, M.Si., mengatakan bahwa UT hadir sebagai mitra strategis dalam pengembangan sumber daya manusia di daerah, bukan sebagai pesaing perguruan tinggi lain. Salah satu daya tarik UT adalah sistem pembelajaran yang fleksibel, memungkinkan mahasiswa belajar secara online dan tetap bekerja. “Mayoritas mahasiswa UT sudah bekerja sejak semester kedua, sekitar 90 persen,” kata Robi.

Robi menambahkan, UT berupaya memperluas akses pendidikan tinggi yang terjangkau bagi semua kalangan masyarakat di Kalbar. Dengan begitu, UT diharapkan dapat menjadi solusi nyata terhadap kebutuhan tenaga pendidik, khususnya guru SD, sekaligus membantu pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah.

Penulis: SB

Editor: Chairul

Iklan