Tragis, Karyawan Peternakan Ayam di Kubu Raya Tewas Diduga Tersengat Listrik Saat Cas HP
PONTIANAKMEREKAM.COM, KUBU RAYA – Seorang karyawan peternakan ayam petelur di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, ditemukan meninggal dunia di kamar istirahatnya. Korban diduga tewas akibat tersengat aliran listrik saat mengisi daya telepon genggam.
Korban diketahui bernama Desta Ramandus (18). Ia ditemukan tidak bernyawa di kamar karyawan yang berada di area Peternakan Ayam Petelur PT Tata Mulia Fortuna, Jalan Madu Sari, Dusun Karya Baru, Desa Madu Sari, Kecamatan Sungai Raya.
Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (29/1/2026) sekitar pukul 12.40 WIB. Saat ditemukan, korban berada dalam posisi tengkurap di dalam kamar. Sebuah handphone yang sedang diisi daya ditemukan menempel di bagian dada kanan korban dalam kondisi terbakar.
Kapolsek Sungai Raya AKP Hariyanto melalui Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya Aiptu Ade membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan, korban pertama kali ditemukan oleh rekan kerjanya yang merasa curiga karena korban tidak merespons saat dipanggil.
“Saksi sempat memanggil korban, namun tidak ada jawaban. Karena curiga, saksi kemudian mendatangi kamar korban yang pintunya setengah terbuka,” kata Ade, Jumat (30/1/2026).
Saat masuk ke kamar, saksi melihat korban sudah dalam posisi tengkurap. Upaya membangunkan korban tidak membuahkan hasil. Ketika tubuh korban dibalik, saksi mendapati luka bakar di bagian dada serta warna kulit korban yang sudah membiru.
“Saksi kemudian mencabut kabel charger handphone yang masih terhubung dengan korban. Saat itu handphone ditemukan melekat di dada sebelah kanan korban dalam kondisi terbakar,” jelas Ade.
Melihat kondisi tersebut, rekan kerja korban langsung meminta pertolongan dan melaporkan kejadian itu kepada pemilik peternakan ayam serta Bhabinkamtibmas Desa Madu Sari. Pihak keluarga korban juga segera dihubungi.
Petugas gabungan dari Unit Inafis Satreskrim Polres Kubu Raya dan Polsek Sungai Raya mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan identifikasi awal.
Jenazah korban kemudian dievakuasi ke RSUD Soedarso Pontianak menggunakan ambulans Desa Madu Sari untuk dilakukan visum et repertum.
“Korban dilakukan visum luar oleh pihak medis RSUD Soedarso. Pihak keluarga menolak dilakukan otopsi,” ujar Ade.
Usai proses visum, jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Hingga kini, polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kematian korban, termasuk memeriksa kondisi instalasi listrik dan alat pengisi daya yang digunakan.
“Dugaan sementara korban meninggal akibat tersengat listrik saat mengisi daya handphone. Namun penyelidikan masih terus dilakukan,” tegasnya.
Polisi juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat menggunakan peralatan listrik, khususnya ketika mengisi daya handphone, dengan memastikan kondisi kabel dan stop kontak dalam keadaan aman dan layak pakai.
Penulis: Nv
Editor: Chairul
