Perbaiki Mesin Air di Sungai Kakek 68 Tahun di Sungai Kakap Diterkam Buaya, Warga Heboh

Ilustrasi buaya di sungai yang menyerang warga saat memperbaiki mesin air

PONTIANAKMEREKAM.COM, KUBU RAYA – Warga di Kabupaten Kubu Raya digemparkan oleh peristiwa kakek 68 tahun diterkam buaya di Sungai Kakap pada Minggu sore kemarin. Insiden itu terjadi saat korban sedang membenahi mesin air di tepi sungai. Kejadian ini membuat warga setempat heboh dan mengundang perhatian aparat keamanan serta relawan untuk membantu proses penanganan darurat.

Menurut keterangan saksi di lokasi, korban diketahui tengah memperbaiki mesin air yang biasa digunakan warga untuk kebutuhan sehari-hari di kawasan permukiman. Saat itulah tiba-tiba seekor buaya muncul dari perairan dangkal dan menyerang kakek tersebut. Warga yang melihat langsung kejadian itu segera berteriak minta tolong sehingga kerumunan cepat berkumpul di tepi sungai.

Buaya yang menyerang kakek tersebut diduga merupakan satwa liar yang sering terlihat di sepanjang aliran Sungai Kakap. Serangan itu berlangsung cepat, membuat korban terjatuh ke air sebelum sempat mendapat pertolongan. Warga yang sigap kemudian berusaha mengalihkan perhatian buaya dan menarik korban ke tepian.

Beberapa warga mengatakan bahwa kejadian seperti ini bukan kali pertama terjadi di wilayah tersebut. “Beberapa bulan terakhir, warga memang sering melihat buaya di sungai dekat perkampungan. Tapi kami tidak menyangka serangan bisa terjadi saat dia sedang memperbaiki mesin air,” ujar salah seorang saksi yang enggan disebut namanya.

Korban yang sudah berhasil ditarik ke pinggir sungai kemudian dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis. Kondisi kakek itu masih dalam penanganan intensif tim medis, sedangkan aparat setempat mengamankan area kejadian agar tidak ada warga yang mendekat demi menghindari risiko lanjutan.

Peristiwa kakek 68 tahun diterkam buaya di Sungai Kakap ini sempat membuat geger warga sekitar. Banyak keluarga warga yang kemudian mengungsi lebih jauh dari tepi sungai karena kekhawatiran akan ancaman buaya. Mereka mengecam kurangnya langkah antisipasi dari pihak berwenang untuk menanggulangi keberadaan buaya yang kerap terlihat di perairan itu.

Beberapa warga bahkan menyatakan bahwa mereka pernah menemukan jejak buaya di area yang cukup dekat dengan permukiman, terutama saat musim panas atau musim kering jika air di sungai surut. Buaya buas yang muncul membuat warga merasa perlu ada tindakan pencegahan yang lebih tegas.

Menanggapi kejadian tersebut, aparat keamanan setempat segera menurunkan personel untuk memantau sungai dan memberikan imbauan keamanan kepada warga. Mereka mengingatkan agar warga berhati-hati ketika berada di sekitar area sungai, terutama pada sore hari saat aktivitas buaya lebih tinggi.

Selain itu, aparat juga menyampaikan bahwa warga sebaiknya tidak melakukan aktivitas di pinggir sungai sendirian tanpa pengawalan atau peralatan keselamatan. Kejadian ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi serangan satwa liar di perairan yang berbatasan langsung dengan permukiman.

Warga Sungai Kakap menyampaikan harapan agar pemerintah daerah bersama dengan instansi terkait bisa melakukan langkah konkret untuk mengantisipasi serangan satwa liar, seperti pemasangan tanda peringatan, patroli berkala di sepanjang sungai, serta program edukasi keselamatan bagi warga.

Sementara itu, kondisi sang kakek yang menjadi korban serangan buaya di Sungai Kakap terus dipantau oleh tim medis. Warga dan keluarga berharap agar ia dapat pulih dan kembali berkumpul bersama keluarga setelah mendapatkan perawatan memadai.

Insiden ini kembali menjadi sorotan pentingnya keselamatan masyarakat di kawasan sungai, terutama di wilayah yang berbatasan langsung dengan habitat satwa liar seperti buaya. Kesigapan warga dan aparat dalam menghadapi peristiwa ini pun menjadi perhatian utama demi menjaga keamanan lingkungan dan mencegah kejadian serupa terulang di masa depan.

Penulis: Nv

Editor: Chairul

Iklan