PONTIANAKMERKEAM.COM, PONTIANAK – Gelombang hiring freeze atau penghentian rekrutmen diperkirakan masih berlanjut hingga tahun 2026, seiring semakin masifnya adopsi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di berbagai sektor industri. Banyak perusahaan memilih menahan perekrutan baru karena efisiensi yang ditawarkan teknologi otomatisasi. Namun, tidak semua jenis pekerjaan terancam. Sejumlah profesi justru dinilai relatif aman dan tetap dibutuhkan di tengah perubahan lanskap ketenagakerjaan global.

Fenomena ini menuntut pekerja dan pencari kerja untuk lebih selektif memilih jalur karier yang memiliki daya tahan tinggi terhadap disrupsi teknologi.

AI Picu Efisiensi, Rekrutmen Diperketat

AI kini telah mengambil alih banyak tugas administratif, analisis data dasar, hingga layanan pelanggan tingkat awal. Akibatnya, perusahaan mengurangi kebutuhan tenaga kerja pada posisi yang bersifat repetitif dan mudah diotomatisasi.

Kondisi tersebut memicu kebijakan hiring freeze di sejumlah perusahaan teknologi, keuangan, hingga manufaktur. Namun, di balik itu, muncul kebutuhan baru terhadap pekerjaan yang tidak bisa sepenuhnya digantikan mesin.

Pekerjaan Berbasis Human Skill Masih Dibutuhkan

Pakar ketenagakerjaan menilai, profesi yang mengandalkan keterampilan manusiawi (human skills) seperti empati, kreativitas, pengambilan keputusan kompleks, dan interaksi sosial masih sangat sulit digantikan AI.

Berikut beberapa jenis pekerjaan yang relatif aman dari hiring freeze akibat AI di tahun 2026:

1. Tenaga Kesehatan dan Caregiver

Dokter, perawat, bidan, hingga caregiver lansia tetap menjadi profesi krusial. Meski AI membantu diagnosis dan administrasi medis, sentuhan manusia dalam pelayanan kesehatan tidak tergantikan.

Permintaan tenaga kesehatan diperkirakan terus meningkat seiring pertumbuhan populasi dan penuaan usia masyarakat.

2. Pekerjaan Pendidikan dan Pengajar

Guru, dosen, tutor, serta tenaga pendidik masih sangat dibutuhkan. AI dapat menjadi alat bantu belajar, tetapi peran pendidik dalam membentuk karakter, nilai, dan pemahaman mendalam tetap vital.

Profesi ini justru berkembang ke arah pendidik adaptif berbasis teknologi.

3. Pekerjaan Teknik dan Infrastruktur Fisik

Teknisi listrik, mekanik, operator alat berat, teknisi jaringan, hingga pekerja konstruksi termasuk profesi yang sulit digantikan AI sepenuhnya. Pekerjaan lapangan yang membutuhkan kehadiran fisik dan penyesuaian situasional tetap memerlukan manusia.

Sektor ini diprediksi stabil bahkan meningkat, terutama di daerah berkembang.

4. Profesi Kreatif dan Strategis

Pekerjaan seperti desainer kreatif, sutradara, editor konten strategis, brand strategist, hingga penulis analisis mendalam masih memiliki nilai tinggi. AI mampu menghasilkan konten, tetapi arah kreatif, rasa, dan strategi tetap membutuhkan manusia.

Di media, peran kurator dan editor justru semakin penting.

5. Keamanan, Hukum, dan Kebijakan Publik

Aparat keamanan, analis kebijakan, praktisi hukum, serta auditor kepatuhan tetap dibutuhkan. AI dapat membantu analisis data, namun pengambilan keputusan hukum dan penegakan aturan tetap membutuhkan pertimbangan manusia.

Isu etika AI juga membuka lapangan kerja baru di sektor regulasi teknologi.

6. Profesi yang Mengelola AI Itu Sendiri

Menariknya, AI justru menciptakan lapangan kerja baru seperti AI trainer, AI ethicist, prompt engineer, data governance specialist, dan pengawas sistem otomatis. Profesi ini diprediksi aman karena berfungsi mengendalikan dan mengevaluasi AI.

Adaptasi Jadi Kunci Bertahan

Para ahli menekankan bahwa bukan hanya jenis pekerjaan yang menentukan keamanan karier, tetapi juga kemampuan beradaptasi. Pekerja yang mau meningkatkan keterampilan digital, komunikasi, dan problem solving dinilai lebih tahan terhadap hiring freeze.

Penutup

Hiring freeze akibat AI di tahun 2026 memang menjadi tantangan serius, namun bukan akhir dari peluang kerja. Profesi yang berbasis human skill, layanan publik, pekerjaan fisik, serta pengelola teknologi justru diprediksi tetap aman dan relevan. Kuncinya adalah memahami arah perubahan dan menyiapkan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan masa depan.

Penulis: Nv

Editor: Chairul

Iklan