PONTIANAKMEREKAM.COM, PONTIANAK –  Kabar mengejutkan datang dari dunia otomotif. Kembaran Toyota Kijang Innova Reborn bermesin diesel dikabarkan akan berhenti diproduksi mulai 2027. Meski dikenal sebagai mobil tangguh dan masih diminati pasar, keputusan ini ternyata bukan karena penjualan yang menurun.

Model yang dimaksud adalah Innova Crysta di India, yang secara desain dan mesin identik dengan Innova Reborn di Indonesia. Mobil ini selama bertahun-tahun menjadi tulang punggung segmen MPV diesel berkat ketangguhan mesin dan biaya perawatan yang relatif terjangkau.

Namun, di balik popularitasnya, usia kendaraan ini memang sudah cukup panjang. Meski begitu, faktor utama penghentian produksi bukan karena kalah saing, melainkan perubahan aturan yang semakin ketat.

Pemerintah India diketahui akan menerapkan regulasi emisi baru, yakni Corporate Average Fuel Economy (CAFE) fase 3. Aturan ini menuntut setiap pabrikan menekan rata-rata emisi karbon dari seluruh lini produknya.

Dalam skema tersebut, kendaraan bermesin diesel murni—terutama yang berukuran besar—akan kesulitan memenuhi standar emisi yang ditetapkan. Toyota Innova Crysta yang menggunakan sasis ladder frame dan belum memiliki teknologi elektrifikasi dinilai tidak lagi relevan dengan regulasi baru ini.

Kondisi ini membuat pabrikan harus mengambil langkah strategis, termasuk menghentikan produksi model lama yang tidak efisien dari sisi emisi.

Menariknya, keputusan ini tidak berkaitan dengan permintaan pasar. Innova diesel justru masih memiliki basis pengguna yang kuat, terutama di kalangan armada, perjalanan jarak jauh, hingga pengguna keluarga besar.

Bahkan, sebelumnya Toyota sempat mempertahankan model ini lebih lama dari rencana awal. Salah satu alasannya adalah tingginya permintaan dari konsumen fleet, serta adanya kendala pasokan model baru akibat krisis semikonduktor global.

Namun, pada akhirnya tekanan regulasi menjadi faktor yang tidak bisa dihindari.

Sebagai gantinya, pabrikan mulai mengarahkan fokus ke kendaraan yang lebih ramah lingkungan. Salah satu penerusnya adalah Toyota Innova Zenix atau Innova Hycross di pasar global, yang sudah mengusung teknologi hybrid.

Mobil ini menggunakan platform monokok dan sistem penggerak yang lebih modern, sehingga lebih efisien dalam konsumsi bahan bakar serta menghasilkan emisi yang lebih rendah. Hal ini membuatnya lebih mudah memenuhi standar regulasi terbaru.

Peralihan ini juga menandai perubahan besar dalam industri otomotif global. Produsen kini berlomba menghadirkan kendaraan yang lebih ramah lingkungan, baik melalui teknologi hybrid maupun elektrifikasi penuh.

Meski produksinya akan dihentikan, bukan berarti Innova diesel akan langsung hilang dari jalanan. Dengan populasi yang besar dan reputasi yang sudah teruji, mobil ini diperkirakan masih akan digunakan dalam waktu lama.

Sementara itu, untuk pasar Indonesia, Innova Reborn diesel masih tetap dipasarkan selama permintaan masih tinggi. Namun, tren ke depan menunjukkan bahwa era kendaraan diesel perlahan mulai tergeser oleh teknologi yang lebih efisien dan rendah emisi.

Iklan