Tim DVI Identifikasi Pramugari Korban Kecelakaan Pesawat ATR 42-500 di Sulsel

Press Release Tim DVI Identifikasi Polda Sulses ( dok.Polri)

PONTIANAKMEREKAM.COM, MAKASAR – Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri berhasil mengidentifikasi salah satu korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang jatuh di wilayah Sulawesi Selatan. Korban diketahui merupakan seorang pramugari bernama Florencia Lolita Wibisono (33), setelah melalui rangkaian pemeriksaan post-mortem dan ante-mortem.

Kepastian identitas korban disampaikan dalam konferensi pers yang digelar di Makassar, Rabu (14/1/2026). Kepala Bidang Kesehatan dan Medis Polda Sulawesi Selatan, Komisaris Besar Polisi Muhamad Haris, menjelaskan bahwa jenazah tersebut tercatat dengan nomor post-mortem 62B.01 dan dinyatakan cocok dengan data ante-mortem AM004.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan, jenazah tersebut teridentifikasi sebagai Florencia Lolita Wibisono, perempuan, usia 33 tahun,” ujar Kombes Pol Muhamad Haris kepada awak media.

Sementara itu, Kepala Pusat Identifikasi Bareskrim Polri Brigjen Pol Mashudi menjelaskan bahwa proses identifikasi berjalan relatif cepat karena kondisi jenazah masih memungkinkan dilakukan pemeriksaan sidik jari.

“Jenazah masih dalam kondisi cukup baik, sehingga ciri papiler atau sidik jari masih dapat dibaca dengan jelas,” ungkap Brigjen Mashudi.

Ia menambahkan, tim DVI langsung melakukan pengambilan sidik jari post-mortem dan mencocokkannya dengan data referensi yang tersedia. Proses pencocokan dilakukan menggunakan peralatan identifikasi khusus milik Polri.

“Sidik jari ibu jari kiri korban kami bandingkan secara manual dan digital dengan data referensi. Dari hasil perbandingan tersebut, kami dapat memastikan secara ilmiah bahwa identitas korban adalah Florencia Lolita Wibisono,” jelasnya.

Sebelumnya, Pos DVI yang beroperasi di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sulawesi Selatan menerima dua jenazah korban kecelakaan pesawat. Jenazah pertama tiba pada Selasa malam dan berhasil diidentifikasi sebagai korban perempuan. Sementara jenazah kedua yang tiba pada Rabu pagi berjenis kelamin laki-laki hingga kini masih dalam proses identifikasi lebih lanjut.

Diketahui, pesawat ATR 42-500 yang dioperasikan oleh maskapai Indonesia Air Transport (IAT) dilaporkan hilang kontak pada Sabtu, 17 Januari 2026. Pesawat tersebut diketahui terbang menuju Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, sebelum akhirnya kehilangan komunikasi di sekitar wilayah perbatasan Kabupaten Maros dan Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep).

Dalam pesawat tersebut terdapat 10 orang, terdiri dari tujuh awak pesawat dan tiga penumpang. Tim SAR gabungan kemudian melakukan pencarian intensif dan menemukan lokasi pesawat di kawasan pegunungan Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.

Hingga saat ini, dua korban telah berhasil ditemukan dan dievakuasi dari lokasi kejadian. Proses pencarian dan identifikasi korban lainnya masih terus dilakukan oleh tim gabungan yang melibatkan Basarnas, TNI, Polri, serta unsur relawan.

Pihak kepolisian menegaskan bahwa proses identifikasi dilakukan secara profesional dan mengedepankan ketelitian untuk memastikan hak-hak korban dan keluarga terpenuhi. Informasi resmi terkait perkembangan identifikasi korban akan terus disampaikan secara berkala kepada publik.

Penulis: Nv

Editor: Chairul

Iklan