PONTIANAKMERKEAM.COM, PONTIANAK –  Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BASARNAS) menegaskan bahwa proses pencarian dan evakuasi korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 masih berada dalam fase krusial yang dikenal sebagai golden time. Pada periode inilah harapan menemukan korban dalam kondisi selamat masih terbuka, meskipun tantangan di lapangan tergolong berat.

Kepala Basarnas menyampaikan bahwa seluruh unsur SAR dikerahkan secara maksimal sejak laporan insiden diterima. Operasi pencarian dilakukan melalui jalur udara, laut, dan darat, menyesuaikan dengan kondisi geografis serta cuaca di sekitar lokasi jatuhnya pesawat. “Kami masih berada dalam masa emas penyelamatan. Kita semua berharap keajaiban masih bisa terjadi,” ujar Kabasarnas dalam keterangannya kepada awak media.

Golden time dalam operasi SAR umumnya berlangsung selama 72 jam pertama setelah kecelakaan. Pada fase ini, peluang menemukan korban selamat masih ada, terutama jika kondisi korban memungkinkan untuk bertahan. Oleh karena itu, Basarnas menekankan bahwa setiap menit sangat berharga. Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, pemerintah daerah, serta relawan lokal bekerja tanpa henti. Helikopter dikerahkan untuk penyisiran udara, sementara tim darat menyusuri area yang sulit dijangkau dengan peralatan khusus. Di sejumlah titik, pencarian juga memanfaatkan drone dan teknologi pemetaan untuk mempercepat identifikasi lokasi puing-puing pesawat.

Basarnas mengakui bahwa kondisi cuaca menjadi salah satu kendala utama. Hujan, kabut tebal, serta angin kencang berpotensi menghambat jarak pandang dan pergerakan tim. Selain itu, medan di sekitar lokasi kejadian dilaporkan cukup ekstrem, mulai dari perbukitan, hutan lebat, hingga wilayah perairan yang berarus kuat. Meski demikian, Kabasarnas menegaskan bahwa keselamatan personel tetap menjadi prioritas utama tanpa mengurangi intensitas pencarian. “Kami bekerja cepat, tetapi tetap mengutamakan keselamatan tim di lapangan. Operasi ini membutuhkan ketelitian dan koordinasi yang kuat,” ujarnya.

Sementara itu, keluarga penumpang dan awak pesawat terus menanti kabar terbaru dengan penuh harap. Posko informasi dan crisis center telah dibuka untuk memberikan pembaruan resmi serta pendampingan psikologis bagi keluarga korban. Pemerintah daerah bersama instansi terkait juga memastikan kebutuhan logistik dan fasilitas pendukung bagi tim SAR terpenuhi. Pemerintah pusat menyatakan dukungan penuh terhadap operasi pencarian. Koordinasi lintas kementerian dilakukan agar seluruh sumber daya dapat dimobilisasi secara efektif. Informasi resmi terkait perkembangan pencarian akan disampaikan secara berkala guna mencegah simpang siur informasi di masyarakat.

Pesawat ATR 42-500 dikenal sebagai pesawat turboprop yang banyak digunakan untuk penerbangan jarak pendek dan wilayah terpencil. Insiden yang melibatkan pesawat jenis ini selalu menjadi perhatian publik, mengingat perannya yang vital dalam konektivitas antarwilayah. Di tengah ketidakpastian, Basarnas mengajak masyarakat untuk terus mendoakan kelancaran operasi SAR. “Kami berharap masyarakat bersabar dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi. Tim di lapangan masih bekerja keras dan kami berharap hasil terbaik,” kata Kabasarnas.

Operasi pencarian pesawat ATR 42-500 masih terus berlangsung dengan mengedepankan prinsip cepat, tepat, dan aman. Masa golden time menjadi penentu utama dalam upaya penyelamatan, sekaligus menjadi tumpuan harapan bagi keluarga korban. Hingga ada pernyataan resmi lanjutan, Basarnas memastikan seluruh upaya terbaik akan terus dilakukan demi kemanusiaan.

Penulis: Nv

Editor: Chairul

Iklan