Hanya Muncul Saat Ramadan, Gerobak Sotong Pangkong Berjejer Sepanjang Jalan Merdeka Pontianak
PONTIANAKMEREKAM.COM, PONTIANAK – Sepanjang Jalan Merdeka Pontianak, sejak beberapa malam terakhir terlihat pemandangan yang tak biasa. Gerobak sotong pangkong berjejer rapi, memenuhi sisi trotoar dan menarik perhatian warga serta wisatawan yang tengah menikmati suasana malam Ramadan 1447 Hijriah. Kuliner khas musim puasa ini seolah menjadi magnet baru yang membuat Jalan Merdeka ramai dikunjungi di malam hari.
Fenomena ini bukan tanpa alasan. Saat bulan Ramadan tiba, kebutuhan dan tradisi berbuka puasa membuat banyak warga mencari santapan berbuka yang unik dan lezat. Sotong pangkong, yang berarti sotong (cumi besar) yang dipanggang di atas bara api, hadir sebagai kuliner populer yang hanya muncul di momen-momen tertentu, khususnya Ramadan. Aromanya yang menggoda serta sensasi rasa gurihnya membuat banyak orang rela antre di gerobak-gerobak yang buka mulai sore hingga larut malam.
Salah satu pedagang sotong pangkong di lokasi, Pak Hasan (42), mengatakan bahwa penjualannya meningkat drastis sejak pasar kuliner Ramadan meriah. “Kalau buka biasa, sepi. Tapi waktu Ramadan seperti ini ramai sekali. Banyak yang cari untuk berbuka karena rasanya khas dan beda dari yang lain,” ujar Hasan sembari membalik sotong yang sedang dipanggang.
Gerobak-gerobak sotong pangkong ini biasanya mulai beroperasi sekitar pukul 17.30 WIB, bersamaan dengan waktu berbuka puasa, dan terus melayani pembeli hingga setelah tengah malam. Warga yang datang tak hanya dari Pontianak Pusat, tetapi juga dari berbagai kecamatan lain bahkan luar kota Pontianak, menjadikan lokasi ini sebagai “wisata kuliner malam Ramadan” yang wajib dikunjungi.
Ritme malam di Jalan Merdeka kini berubah sejak hadirnya deretan gerobak sotong pangkong itu. Selain penjual sotong, berbagai jajanan lain seperti es kelapa muda, sop buah, hingga kue tradisional turut meramaikan suasana. Banyak pengunjung datang bersama keluarga atau teman untuk sekadar berbuka sambil ngobrol santai di pinggir jalan.
“Saya baru tahu kalau Ramadan di Pontianak punya sajian sotong pangkong seperti ini. Rasanya enak, dan suasana malamnya seru banget,” ujar salah seorang pengunjung yang datang bersama keluarganya.
Fenomena ini juga berdampak positif bagi pelaku usaha mikro dan kecil. Selain sotong pangkong, penjual minuman, makanan ringan, hingga UMKM yang menawarkan produk kreatif semakin mendapat peluang pasar di lokasi ini. Jalan Merdeka pun mendadak menjadi pusat kuliner Ramadan yang paling banyak dikunjungi di Pontianak.
Kurangnya gerai makan buka hingga larut malam mendorong pedagang kaki lima ini mengisi celah tersebut, sehingga warga tidak perlu jauh-jauh mencari makanan berbuka di tengah keramaian malam tanpa harus pergi ke pusat perbelanjaan. Tradisi dolan sekaligus berburu kuliner baru seperti ini justru semakin memupuk kebersamaan masyarakat di tengah bulan puasa.
Tak heran jika banyak pengguna media sosial membagikan video dan foto tentang gerobak sotong pangkong di Jalan Merdeka. Pemandangan sotong berjejer di atas bara api yang menyala pun menjadi konten yang viral, ikut memperkenalkan ragam kuliner Pontianak kepada publik yang lebih luas.
Kini, setiap malam Ramadan, deretan gerobak sotong pangkong jadi “landmark” tersendiri yang identik dengan kehangatan suasana malam Pontianak. Kehadirannya bukan sekadar soal makanan, namun juga tentang bagaimana tradisi, kreativitas kuliner, dan kebersamaan komunitas setempat membentuk pengalaman Ramadan yang tak terlupakan di Kalimantan Barat.
Penulis: Nv
Editor: Chairul
