Korban Ledakan di SMPN 3 Sungai Raya Ungkap Detik-detik Kejadian: Dikira Batu, Ternyata Bom Rakitan
PONTIANAKMEREKAM.COM, KUBU RAYA – Salah satu korban ledakan di SMP Negeri 3 Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, mengungkapkan detik-detik mencekam saat insiden terjadi. Korban mengaku sama sekali tidak menyangka dentuman keras yang terdengar di lingkungan sekolah berasal dari bom rakitan.
Menurut penuturannya, suara ledakan awalnya dikira hanya berasal dari lemparan batu. Saat itu, situasi sekolah masih berlangsung normal dan tidak menunjukkan tanda-tanda bahaya. “Saya pikir cuma batu yang jatuh atau dilempar orang. Tidak terpikir kalau itu ledakan,” ujar korban saat ditemui setelah kejadian.
Tak lama setelah dentuman terdengar, situasi berubah menjadi panik. Siswa dan guru berhamburan menjauh dari sumber suara, sementara asap terlihat di sekitar lokasi kejadian. Beberapa siswa dilaporkan mengalami luka ringan akibat serpihan dan kepanikan, meski tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Kepolisian Resor Kubu Raya yang menerima laporan segera mendatangi lokasi. Aparat langsung melakukan sterilisasi area sekolah, memasang garis polisi, dan mengevakuasi siswa demi memastikan kondisi tetap aman. Polisi kemudian memastikan bahwa sumber ledakan berasal dari bom rakitan berdaya ledak rendah.
Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya menjelaskan bahwa penyelidikan masih terus dilakukan untuk mengungkap secara rinci kronologi dan motif pelaku. Tim Inafis juga diterjunkan guna mengumpulkan barang bukti di tempat kejadian perkara.
Pihak sekolah menghentikan sementara aktivitas belajar mengajar dan memulangkan siswa lebih awal. Orang tua murid diminta tetap tenang serta mempercayakan penanganan sepenuhnya kepada aparat kepolisian.
Hingga berita ini diturunkan, kondisi di SMPN 3 Sungai Raya telah dinyatakan aman dan berada di bawah pengawasan aparat. Polisi mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi demi menjaga situasi tetap kondusif.
Penulis: Nv
Editor: Chairul
