Ledakan Diduga Bom Rakitan Guncang SMPN 3 Sungai Raya, Polisi Amankan Terduga Pelaku

Aparat kepolisian melakukan sterilisasi di lingkungan SMPN 3 Sungai Raya, Kubu Raya, usai insiden ledakan yang diduga berasal dari bom rakitan.

PONTIANAKMEREKAM.COM, KUBU RAYA – Bom rakitan meledak di SMPN 3 Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Selasa (3/2). Polisi langsung mengamankan lokasi dan menangkap terduga pelaku.

Sebuah ledakan yang diduga berasal dari bom rakitan mengguncang lingkungan SMP Negeri 3 Sungai Raya, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Selasa (3/2). Suasana yang semula tenang berubah mencekam setelah dentuman keras terdengar di area sekolah siang hari.

Kepolisian Resor (Polres) Kubu Raya segera menurunkan personel setelah mendapatkan laporan warga. Polisi menemukan botol berisi bahan mudah terbakar yang diduga menjadi sumber ledakan. Petugas kemudian memasang garis polisi dan melakukan sterilisasi lokasi untuk menjamin keselamatan warga sekitar.

Tak berselang lama, aparat gabungan berhasil mengamankan seorang pria yang diduga kuat sebagai pelaku pelemparan. “Terduga pelaku sudah kami amankan untuk pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya Aiptu Ade kepada wartawan. Hingga kini penyidik masih mendalami motif di balik aksi nekat tersebut.

Insiden itu sempat memicu kepanikan di kalangan siswa dan guru. Api yang timbul setelah ledakan mampu dikendalikan sebelum merambat ke bangunan utama, berkat respons cepat petugas sekolah dan warga sekitar. Tidak ada laporan korban jiwa atau luka dalam kejadian ini.

Tim Inafis Sat Reskrim Polres Kubu Raya terus bekerja di tempat kejadian perkara untuk mengumpulkan bukti dan menyusun kronologi lengkap insiden. Polisi juga mengimbau pihak sekolah, orang tua siswa, dan masyarakat untuk tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum dikonfirmasi.

Sekolah sempat menghentikan sementara aktivitas belajar mengajar dan memulangkan siswa demi keselamatan. Pihak sekolah akan mengkoordinasikan langkah selanjutnya dengan orang tua murid sepanjang proses pemeriksaan masih berlangsung.

Penulis: SB

Editor: Chairul

Iklan