Status Siaga! BMKG Rilis Peringatan Dini Hujan Lebat dan Angin Kencang di 9 Provinsi Hari Ini

BMKG rilis peringatan dini hujan lebat dan angin kencang di 9 provinsi

PONTIANAKMEREKAM.COM, PONTIANAK – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem untuk beberapa wilayah di Indonesia. Peringatan ini berlaku 07 Februari 2026, dengan status siaga hujan lebat yang berpotensi disertai angin kencang di 9 provinsi berbeda. BMKG menegaskan warga perlu siaga terhadap perubahan cuaca mendadak, potensi banjir lokal, hingga risiko bencana hidrometeorologi lainnya.

🌦️ BMKG Peringatkan Potensi Cuaca Ekstrem Hari Ini

Dalam rilis resmi BMKG, peringatan dini menunjukkan risiko hujan sedang hingga lebat, kilat/petir, serta angin kencang di sejumlah wilayah pada hari ini (07 Februari 2026). Kondisi ini diprakirakan berlangsung pada pagi hingga siang hari di berbagai titik di Indonesia, terutama di wilayah barat, tengah, dan timur.

Adapun 9 provinsi yang termasuk dalam peringatan dini cuaca ekstrem BMKG hari ini adalah:

  1. Jabodetabek – potensi hujan sedang–lebat yang dapat disertai angin kencang

  2. Jawa Barat – pagi hingga siang hari diperkirakan waktu puncak hujan lebat

  3. Jawa Tengah – waspadai meningkatnya intensitas hujan lokal

  4. Jawa Timur – risiko hujan lebat disertai angin kuat meningkat

  5. Nusa Tenggara Timur – potensi badai lokal di wilayah timur Indonesia

  6. Papua Barat Daya – awan konvektif berpotensi memberikan hujan tinggi

  7. Papua – wilayah timur diperkirakan mengalami hujan intens

  8. Maluku – awan hujan yang berkembang bisa membawa angin kencang

  9. Sulawesi Tenggara – kemungkinan hujan melebat pada siang hari

Status peringatan dini ini ditampilkan oleh BMKG dalam produk nowcasting, yang memperkirakan cuaca ekstrem dalam jangka pendek 0–6 jam ke depan berdasarkan kondisi atmosfer saat ini.

⚠️ Apa Arti Status Siaga Ini?

Status siaga menurut BMKG berarti masyarakat harus lebih waspada dan siap menghadapi cuaca buruk yang bisa terjadi sewaktu-waktu. Hujan lebat berpotensi menyebabkan:

  • Genangan banjir di area perkotaan

  • Tanah longsor di wilayah perbukitan

  • Jalan licin dan turun risiko kecelakaan lalu lintas

  • Angin kencang yang bisa merobohkan pohon atau merusak atap rumah

  • Petir dan kilat yang meningkatkan risiko sambaran listrik alamiah

BMKG biasanya menyarankan agar masyarakat memperhatikan informasi cuaca terkini melalui aplikasi InfoBMKG, media sosial resmi @infoBMKG, atau media massa nasional agar tak terkejut dengan perubahan mendadak.

🌐 Penyebab Cuaca Ekstrem Saat Ini

Menurut analis BMKG, dinamika atmosfer yang berubah dipengaruhi oleh beberapa faktor meteorologi, termasuk pertumbuhan massa awan besar dan aktivitas sirkulasi angin global yang masih tidak stabil. Perubahan ini menjadi pemicu hujan intensitas sedang hingga lebat dan angin kencang yang terjadi belakangan ini di segenap wilayah Indonesia.

Selain itu, kondisi seperti Intertropical Convergence Zone (ITCZ) dan Madden-Julian Oscillation juga dapat meningkatkan jumlah awan hujan di banyak sektor di Indonesia bagian barat, tengah, dan timur. Ketika massa udara lembap bertemu dengan sistem angin kencang, peluang terjadinya hujan lebat pun semakin besar.

📍 Saran BMKG untuk Masyarakat

BMKG mengimbau seluruh masyarakat untuk:

  1. Memantau informasi cuaca secara berkala, terutama melalui kanal resmi BMKG.

  2. Menghindari aktivitas di ruang terbuka saat hujan disertai petir atau angin kencang.

  3. Siapkan peralatan keselamatan seperti jas hujan, payung, dan perlengkapan darurat.

  4. Jauhi pohon besar, bangunan rapuh, dan area rawan longsor saat cuaca memburuk.

  5. Pastikan sistem pembuangan air di rumah berfungsi untuk mengurangi risiko genangan.

Batasi juga perjalanan jauh jika tidak terlalu urgent, terutama di wilayah dengan status siaga cuaca buruk, demi keamanan dan keselamatan pribadi serta keluarga.

🧭 Dampak dan Perkembangan Selanjutnya

BMKG memperingatkan bahwa kondisi cuaca ekstrem ini bisa berubah dan bergerak cepat. Oleh karena itu, masyarakat di seluruh Indonesia disarankan untuk terus mengikuti pembaruan informasi peringatan dini cuaca secara real-time melalui aplikasi atau media sosial resmi lembaga tersebut.

Meski demikian, BMKG juga menekankan pentingnya kesiapsiagaan komunitas dan mitigasi risiko, terutama bagi daerah rawan banjir, longsor, dan wilayah pesisir ketika potensi angin kuat pada siang hingga sore hari meningkat.

Penulis: Nv

Editor: Chairul

Iklan