PONTIANAKMEREKAM.COM, PONTIANAK – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Maritim Pontianak memperingatkan potensi peningkatan banjir rob di Kota Pontianak akibat fenomena Bulan Purnama dan Perigee, yakni posisi jarak terdekat antara Bumi dan Bulan yang terjadi pada 2–3 Januari 2026.

BMKG memprakirakan tinggi pasang maksimum air laut di wilayah pesisir Pontianak mencapai 1,8 hingga 2 meter, diukur dari kondisi surut terendah. Potensi pasang maksimum ini diperkirakan berlangsung pada 2 hingga 8 Januari 2026, terutama pada rentang waktu pukul 04.00 hingga 10.00 WIB.

Prakirawan Stasiun BMKG Maritim Pontianak, Syarifah Nadya Soraya, mengatakan fenomena tersebut berpotensi menimbulkan genangan air di wilayah dengan elevasi rendah, khususnya di kawasan pesisir dan tepian Sungai Kapuas.

“Kami mengimbau masyarakat yang terdampak pasang laut maksimum untuk meningkatkan kewaspadaan serta menyiapkan langkah-langkah mitigasi guna mengurangi dampak yang ditimbulkan,” ujar Syarifah Nadya Soraya Prakirawan Stasiun BMKG Maritim Pontianak, Minggu (4/1/2026).

Menurut BMKG, dampak pasang air laut telah menyebabkan genangan di sejumlah ruas jalan dan permukiman warga, terutama yang berada di sepanjang tepian Sungai Kapuas. Genangan juga terpantau di halaman Kantor RRI Pontianak, yang kerap terdampak banjir rob pada akhir dan awal tahun.

Sementara itu, BMKG Supadio memprakirakan kondisi cuaca di Kalimantan Barat dalam sepekan ke depan masih didominasi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang. Potensi hujan lebat yang dapat memicu banjir dan tanah longsor diperkirakan masih tergolong rendah.

Penulis: Nv

Editor: Chairul

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan

Banner BlogPartner Backlink.co.id Seedbacklink