PONTIANAKMEREKAM.COM, PONTIANAK – Umat Islam di Indonesia mulai bersiap menyambut datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Selain mempersiapkan diri secara spiritual, banyak masyarakat juga mulai menanyakan berapa hari lagi puasa Ramadan 2026 dimulai, termasuk bacaan niat puasa dan niat membayar utang puasa tahun sebelumnya.
Berdasarkan perhitungan kalender Hijriah dan metode hisab, 1 Ramadan 1447 H diperkirakan jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026. Penetapan resmi awal Ramadan tetap menunggu hasil sidang isbat Kementerian Agama Republik Indonesia yang akan digelar menjelang masuknya bulan puasa.
Jika dihitung dari hari ini, Sabtu (24/1/2026), maka umat Islam masih memiliki waktu sekitar 24 hari lagi sebelum memasuki hari pertama puasa Ramadan. Waktu tersebut dinilai cukup untuk mempersiapkan diri, baik dari sisi ibadah, kesehatan, maupun menyelesaikan kewajiban puasa yang masih tertinggal.
Ramadan menjadi momentum penting bagi umat Islam untuk meningkatkan ketakwaan, memperbanyak amal ibadah, serta memperbaiki hubungan sosial. Karena itu, kesiapan mental dan spiritual menjadi hal utama yang perlu diperhatikan sejak jauh hari.
Selain persiapan menyambut Ramadan, perhatian masyarakat juga tertuju pada kewajiban mengqadha atau membayar utang puasa bagi mereka yang tidak dapat menjalankan puasa Ramadan tahun sebelumnya karena uzur syar’i, seperti sakit, haid, nifas, atau perjalanan jauh.
Dalam ajaran Islam, puasa qadha wajib dilakukan sebanyak jumlah hari puasa yang ditinggalkan. Qadha puasa dapat dilakukan kapan saja di luar bulan Ramadan, selama belum memasuki Ramadan berikutnya.
Bagi umat Islam yang hendak melaksanakan puasa qadha, niat wajib dilakukan sejak malam hari sebelum berpuasa. Hal ini menjadi pembeda antara puasa wajib dan puasa sunnah.
Bacaan Niat Puasa Ramadan
Berikut bacaan niat puasa Ramadan:
Arab:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هٰذِهِ السَّنَةِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin:
Nawaitu shauma ghadin ‘an adā’i fardhi syahri Ramadhāna hādzihis-sanati lillāhi ta‘ālā.
Artinya:
Saya niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban puasa bulan Ramadan tahun ini karena Allah Ta’ala.
Bacaan Niat Qadha Puasa Ramadan
Sementara itu, niat puasa qadha adalah sebagai berikut:
Arab:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ رَمَضَانَ لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin:
Nawaitu shauma ghadin ‘an qadhā’i fardhi Ramadhāna lillāhi ta‘ālā.
Artinya:
Saya niat berpuasa esok hari untuk mengganti puasa wajib Ramadan karena Allah Ta’ala.
Para ulama mengingatkan, bagi mereka yang menunda qadha puasa hingga melewati Ramadan berikutnya tanpa alasan yang dibenarkan, maka selain wajib mengqadha, juga dianjurkan untuk membayar fidyah sesuai ketentuan yang berlaku.
Menjelang Ramadan 2026, masyarakat diimbau untuk mulai mengatur pola hidup sehat, menjaga asupan makanan, memperbanyak ibadah sunnah, serta memperkuat niat dan tekad agar dapat menjalani ibadah puasa dengan maksimal.
Dengan persiapan yang matang, Ramadan diharapkan menjadi momentum perubahan diri ke arah yang lebih baik, baik secara spiritual maupun sosial.
Penulis: Nv
Editor: Chairul

