Bantai China, Jepang Juara Piala Asia U-23 2026
PONTIANAKMEREKAM.COM, PONTIANAK – Timnas Jepang U-23 menyegel gelar juara Piala Asia U-23 2026 dengan performa dominan setelah membantai China U-23 4-0 pada laga final yang digelar di Prince Abdullah Al Faisal Sports City Stadium, Jeddah, Sabtu (24/1/2026) malam WIB. Kemenangan ini menegaskan dominasinya di level sepak bola muda Asia dan mencatatkan sejarah baru dalam ajang kontinental tersebut.
Jepang, yang juga merupakan juara edisi sebelumnya, membuka pertandingan dengan intensitas tinggi. Yuto Ozeki mencetak gol pertama pada menit ke-12 setelah memanfaatkan bola muntah di dalam kotak penalti. Tiga gol tambahan datang dari Kosei Ogura (21′, 76’) dan Ryunosuke Sato (60’), memastikan skor telak 4-0 tanpa balas. Kemenangan ini menjadi margin terbesar dalam final sejarah Piala Asia U-23 dan sekaligus memperkuat reputasi Jepang sebagai kekuatan dominan di level U-23 di Asia.
Dengan hasil ini, Jepang menjadi tim pertama dalam sejarah Piala Asia U-23 yang berhasil mempertahankan gelar serta meraih trofi ketiga secara keseluruhan di ajang tersebut. Sebelumnya, Jepang juga menjadi juara pada edisi 2016 dan 2024, menjadikan pencapaian 2026 sebagai puncak prestasi mereka di level usia muda.
Pelatih Jepang, Go Oiwa, memuji perkembangan timnya yang dinilai tumbuh stabil di bawah arahan staf pelatih dan struktur pembinaan pemain muda yang konsisten. Ia menilai hasil ini menunjukkan arah yang tepat dalam program pengembangan sepak bola usia muda di negaranya.
Bagi China, meskipun kalah telak di final, penampilan mereka tetap mencatat sejarah karena ini merupakan pertama kalinya tim U-23 China mencapai final Piala Asia U-23 setelah melewati babak semifinal dengan kemenangan 3-0 atas Vietnam U-23 beberapa hari sebelumnya. Pemain dan pelatih China menyatakan rasa bangga atas pencapaian tersebut, meski mengakui bahwa performa mereka di final tidak cukup untuk menandingi kekuatan Jepang.
Pencapaian Jepang juga menandakan bahwa negara tersebut semakin memperkokoh posisinya sebagai kekuatan sepak bola muda di kawasan Asia, sementara China diharapkan terus menerus meningkatkan kualitas tim mudanya untuk bersaing di level tertinggi di masa depan.
Penulis: Nv
Editor: Chairul