Bupati Kubu Raya Pimpin Apel Siaga Karhutla, Patroli Terpadu Diperintahkan Selama Status Darurat
PONTIANAKMEREKAM.COM, KUBU RAYA – Pemerintah Kabupaten Kubu Raya memperkuat langkah antisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan menggelar apel siaga yang dipimpin langsung oleh Bupati Kubu Raya, Sujiwo, bersama unsur TNI, Polri, dan instansi terkait.
Dalam apel tersebut, Bupati menegaskan pentingnya kesiapsiagaan seluruh pihak menghadapi potensi karhutla yang meningkat seiring kondisi cuaca kering. Ia secara tegas menginstruksikan pelaksanaan patroli terpadu secara intensif selama masa status darurat guna mencegah kebakaran meluas.
Apel siaga ini menjadi bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat koordinasi lintas sektor, sekaligus memastikan seluruh personel siap siaga di lapangan. Kegiatan tersebut juga diikuti oleh berbagai unsur, mulai dari BPBD, TNI, Polri hingga relawan yang terlibat dalam penanganan karhutla.
Patroli Terpadu Jadi Kunci Pencegahan
Bupati Sujiwo menekankan bahwa patroli terpadu merupakan langkah strategis untuk mendeteksi dini titik api sekaligus mencegah terjadinya kebakaran yang lebih luas. Dengan patroli rutin, potensi kebakaran bisa segera ditangani sebelum berkembang menjadi bencana besar.
“Semua pihak harus bergerak bersama. Jangan menunggu api membesar baru bertindak,” tegasnya dalam arahan kepada peserta apel.
Patroli ini akan melibatkan berbagai unsur, termasuk aparat keamanan dan masyarakat, terutama di wilayah yang rawan karhutla seperti lahan gambut dan area terbuka yang mudah terbakar saat musim kemarau.
Status Darurat Berlaku, Semua Harus Siaga
Pemerintah Kabupaten Kubu Raya sebelumnya telah menetapkan status siaga darurat karhutla sejak Januari 2026, sebagai langkah antisipasi menghadapi musim kemarau lebih awal.
Dengan status tersebut, seluruh perangkat daerah diminta untuk meningkatkan kewaspadaan, memperkuat koordinasi, serta memastikan kesiapan peralatan dan personel di lapangan.
Bupati juga mengingatkan bahwa karhutla bukan hanya berdampak pada kerusakan lingkungan, tetapi juga dapat mengganggu kesehatan masyarakat akibat kabut asap yang ditimbulkan.
Sinergi TNI-Polri dan Masyarakat
Dalam upaya pencegahan dan penanganan karhutla, sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, dan masyarakat menjadi faktor kunci. Kolaborasi ini diharapkan mampu mempercepat respons saat terjadi kebakaran sekaligus meningkatkan efektivitas pencegahan.
Selain patroli, edukasi kepada masyarakat juga menjadi bagian penting. Warga diimbau untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar serta segera melaporkan jika menemukan titik api di wilayahnya.
Fokus Pencegahan Sejak Dini
Langkah yang diambil Pemkab Kubu Raya menegaskan bahwa penanganan karhutla tidak hanya berfokus pada pemadaman, tetapi juga pencegahan sejak dini.
Dengan patroli terpadu, kesiapsiagaan personel, serta dukungan masyarakat, diharapkan potensi kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kubu Raya dapat ditekan secara signifikan selama musim kemarau 2026.
Pemerintah daerah juga memastikan akan terus melakukan evaluasi dan penguatan strategi guna menghadapi potensi karhutla yang setiap tahunnya menjadi ancaman serius di Kalimantan Barat.
Penulis: Nv
Editor: Chairul
