PONTIANAKMEREKAM.COM, JAKARTA – Pemerintah Indonesia meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi masuknya Virus Nipah dengan memperketat skrining kesehatan di seluruh bandara internasional. Langkah ini diambil sebagai upaya pencegahan dini menyusul meningkatnya perhatian global terhadap penyakit zoonosis yang memiliki tingkat kematian tinggi tersebut.

Kementerian Kesehatan melalui Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) memastikan bahwa pengawasan terhadap penumpang internasional kini dilakukan secara lebih ketat, terutama bagi pelaku perjalanan yang datang dari negara atau wilayah yang pernah melaporkan kasus Virus Nipah.

Skrining Diperketat di Pintu Masuk Negara

Skrining kesehatan dilakukan melalui pemantauan suhu tubuh, pemeriksaan riwayat perjalanan, serta pengawasan gejala klinis seperti demam, batuk, gangguan pernapasan, hingga gejala neurologis. Petugas kesehatan juga disiagakan untuk melakukan pemeriksaan lanjutan apabila ditemukan penumpang dengan indikasi penyakit menular.

Pemerintah menegaskan bahwa seluruh bandara internasional di Indonesia telah diminta meningkatkan kesiapsiagaan, termasuk menyiapkan ruang observasi dan alur rujukan medis jika ditemukan kasus yang mencurigakan.

Virus Nipah Dinilai Berisiko Tinggi

Virus Nipah merupakan penyakit menular yang ditularkan dari hewan ke manusia (zoonosis), terutama melalui kontak dengan kelelawar buah atau produk makanan yang terkontaminasi. Selain itu, penularan antarmanusia juga dimungkinkan, khususnya melalui kontak erat.

Penyakit ini dikenal memiliki tingkat fatalitas yang tinggi dan hingga kini belum tersedia obat khusus maupun vaksin yang dapat digunakan secara luas. Oleh karena itu, pencegahan melalui pengawasan ketat di pintu masuk negara menjadi langkah utama.

Koordinasi Lintas Sektor Diperkuat

Selain Kementerian Kesehatan, penguatan pengawasan juga melibatkan Kementerian Perhubungan, otoritas bandara, maskapai penerbangan, serta instansi terkait lainnya. Koordinasi lintas sektor dilakukan untuk memastikan seluruh prosedur kesehatan berjalan efektif tanpa mengganggu arus perjalanan internasional.

Pemerintah juga meminta maskapai agar menyampaikan informasi kesehatan kepada penumpang selama penerbangan, termasuk imbauan untuk melapor jika mengalami gejala tertentu setelah tiba di Indonesia.

Imbauan kepada Masyarakat

Masyarakat diimbau tetap tenang namun waspada. Pemerintah mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan diri, menghindari konsumsi makanan yang tidak higienis, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala mencurigakan setelah bepergian ke luar negeri.

Bagi pelaku perjalanan internasional, pemerintah meminta agar jujur dalam mengisi formulir kesehatan dan mematuhi seluruh prosedur pemeriksaan yang diterapkan di bandara.

Belajar dari Pengalaman Pandemi

Penguatan skrining ini juga menjadi bagian dari pembelajaran pemerintah dari pengalaman pandemi sebelumnya. Deteksi dini di pintu masuk negara dinilai krusial untuk mencegah penyebaran penyakit menular sebelum meluas ke masyarakat.

Pemerintah menegaskan bahwa langkah ini bersifat preventif dan akan terus disesuaikan dengan perkembangan situasi kesehatan global.

Penulis: Nv

Editor: Chairul

Iklan