Pasar Juadah Singkawang Jadi Ikon Ramadan & Toleransi, 100 UMKM Ramaikan Mess Daerah

Pasar Juadah Singkawang Jadi Ikon Ramadan dan Toleransi, 100 UMKM Meriahkan Mess Daerah. Foto istimewa

PONTIANAKMEREKAM.COM, SINGKAWANG – Pasar Juadah Singkawang kembali mencuri perhatian masyarakat Kalimantan Barat sebagai salah satu ikon Ramadan dan toleransi di provinsi ini. Gelaran yang digelar setiap tahun di Mess Daerah Singkawang ini tahun ini semakin semarak dengan kehadiran lebih dari 100 pelaku UMKM yang memeriahkan suasana bulan suci dengan beragam kreasi kuliner lokal dan produk kreatif.

Tradisi Pasar Juadah memang sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan Ramadan di Singkawang. Selain menjadi ajang bazar kuliner, pasar ini sekaligus menjadi simbol toleransi dan kerukunan antarwarga yang hidup berdampingan meski berasal dari beragam latar budaya dan agama.

Ratusan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari berbagai penjuru kota memadati area Mess Daerah. Produk yang ditawarkan tidak hanya makanan khas Ramadan seperti kue tradisional, takjil, dan minuman berbuka, tetapi juga kerajinan tangan, pakaian, serta oleh-oleh khas Singkawang yang menggambarkan kekayaan budaya lokal.

Pengunjung yang datang tidak hanya warga Singkawang saja, tetapi juga keluarga dari kabupaten lain di sekitar Kalbar. Suasana yang ramah anak, area bermain keluarga, serta panggung hiburan tradisional turut memperkaya pengalaman lansia sampai generasi muda saat menikmati Pasar Juadah.

Ketua panitia Pasar Juadah menjelaskan bahwa tujuan utama kegiatan adalah memfasilitasi pelaku UMKM dalam memasarkan produk mereka selama bulan Ramadan sekaligus memperkuat nilai toleransi antarwarga. “Kami ingin Pasar Juadah menjadi ruang silaturahmi sekaligus wadah ekonomi kreatif yang memberi dampak positif bagi pelaku usaha lokal,” ujarnya.

Bukan hanya itu, festival kuliner ini juga menampilkan beragam atraksi budaya, seperti seni musik tradisional, tarian lokal, serta pertunjukan lainnya yang menjadi magnet bagi pengunjung. Panggung yang disiapkan di tengah bazar menjadi tempat bagi komunitas seni untuk menunjukkan kreativitas mereka di hadapan khalayak.

Kegiatan ini pun mendapat dukungan luas dari pihak pemerintah daerah. Mereka menilai Pasar Juadah sebagai salah satu daya tarik wisata halal yang dapat mengangkat citra Singkawang sebagai kota yang inklusif dan ramah terhadap wisatawan domestik maupun mancanegara. Dengan cakupan toleransi yang kuat, Pasar Juadah menjadi contoh bagaimana perayaan keagamaan dapat mempererat hubungan sosial sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Para pelaku UMKM yang ikut serta juga menyampaikan rasa optimisme mereka terhadap kegiatan ini. Banyak dari mereka yang baru pertama kali ikut Pasar Juadah mendapat peluang baru untuk memperkenalkan produknya kepada pasar yang lebih luas. “Kegiatan ini sangat membantu kami untuk memperkenalkan produk lokal kami kepada pengunjung yang datang dari luar kota,” tutur salah seorang pedagang.

Pengunjung pun merasa antusias dengan keberagaman menu dan produk yang ditawarkan. Tidak sedikit yang berburu aneka kuliner eksotis Nusantara, serta membawa pulang oleh-oleh khas yang hanya bisa ditemukan di Pasar Juadah Singkawang.

Keberhasilan Pasar Juadah sebagai ikon Ramadan dan toleransi tidak lepas dari kerja keras seluruh pihak, mulai dari panitia, pelaku UMKM, pemerintah daerah, sampai masyarakat yang antusias hadir. Kegiatan ini menjadi salah satu bukti nyata bahwa tradisi lokal dapat dipadukan dengan semangat keberagaman dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Dengan suasana yang semakin meriah, Pasar Juadah Singkawang diperkirakan akan terus menjadi magnet utama di musim Ramadan, dan diharapkan mampu menarik lebih banyak wisatawan di tahun-tahun mendatang.

Penulis: Nv

Editor: Chairul

Iklan