PONTIANAKMEREKAM.COM, PONTIANAK – Pemerintah Kota Pontianak bersama aparat keamanan mendorong masyarakat untuk lebih aktif mengawasi aktivitas anak di malam hari sebagai upaya pencegahan kenakalan remaja di lingkungan. Imbauan ini disampaikan seiring meningkatnya mobilitas anak muda di sisi kota, terutama pada waktu malam menjelang sahur saat Ramadan.

Mengawasi aktivitas anak di malam hari ditujukan untuk memberi rasa aman sekaligus memastikan remaja tidak terjerumus pada perilaku yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain. Pemerintah kota menyampaikan bahwa keterlibatan keluarga dan lingkungan sangat penting untuk mendukung pembinaan generasi muda agar tetap berada pada jalur positif.

Kenakalan remaja, seperti berkumpul tanpa pengawasan, balap liar, penggunaan knalpot brong, hingga aktivitas negatif lainnya, kerap terjadi pada larut malam. Kondisi ini sering memunculkan keresahan di tengah masyarakat, terutama ketika melibatkan kelompok remaja yang belum memiliki pengawasan orang tua atau pendamping.

Menurut pejabat yang menangani pembinaan remaja, kegiatan sederhana tetapi positif selama malam hari bisa menjadi alternatif supaya anak muda tidak terjebak pada perilaku buruk. Pihaknya mengajak warga membuka ruang dialog dengan anak-anak, memberikan arahan, serta menciptakan kegiatan bersama yang bermakna sebagai bagian dari pencegahan kenakalan remaja Pontianak.

Aparat keamanan juga ditegaskan untuk siap siaga dalam menghadapi setiap potensi gangguan yang muncul di malam hari. Polisi patroli secara rutin di titik-titik rawan serta melakukan pendekatan kepada komunitas remaja untuk menyampaikan pesan agar menjauhi tindakan yang berbahaya. Pendekatan persuasif kepada orang tua juga digencarkan demi mendukung pencegahan kenakalan remaja di wilayah hukum Kota Pontianak.

Langkah ini menjadi penting karena pada malam hari suasana kota cenderung lebih lengang, namun di sisi lain remaja memiliki waktu luang yang lebih banyak apabila tidak ditemani orang tua. Pemerintah menyadari bahwa pengawasan keluarga menjadi garda terdepan dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif bagi pertumbuhan anak.

Beberapa komunitas juga menginisiasi kegiatan positif yang bisa dilakukan anak-anak bersama orang dewasa pada waktu malam, seperti kegiatan olahraga ringan, seni budaya, hingga pengajian yang bisa memupuk nilai moral serta kebersamaan. Kegiatan semacam ini diharapkan dapat mengalihkan perhatian dari perilaku negatif dan memberikan pengalaman yang lebih produktif bagi generasi muda.

Pengawasan aktivitas anak di malam hari juga dianggap penting oleh sejumlah orang tua yang ditemui di lapangan. Mereka mengaku khawatir anak remaja mudah terpengaruh lingkungan bila terlalu sering berkeliaran tanpa arah. “Kami perlu ikut memantau anak-anak kami,” terang salah seorang orang tua. “Malam hari itu bukan hanya waktu istirahat, tetapi juga rentan kalau tidak diawasi.”

Imbauan ini datang menjelang beberapa momentum penting seperti Ramadan dan libur panjang, ketika jam malam bagi anak muda tidak terlalu ketat diterapkan. Pemerintah bersama kepolisian mengimbau agar keluarga tetap menerapkan aturan dan pengawasan meskipun suasana Ramadan memberi suasana hangat bagi kehidupan sosial.

Dengan koordinasi yang kuat antara pemerintah, kepolisian, keluarga, dan komunitas, diharapkan kenakalan remaja dapat ditekan secara signifikan. Anak muda Pontianak pun dapat merasakan suasana malam yang aman, tertib, dan bermakna, sehingga tumbuh menjadi generasi yang positif dan produktif.

Penulis: SB

Editor: Chairul

Iklan