Dorong Festival Musik Bangun Sahur Jadi Etalase Budaya Sungai di Pontianak

Dorong Festival Musik Bangun Sahur Jadi Etalase Budaya Sungai di Pontianak. foto istimewa

PONTIANAKMEREKAM.COM, PONTIANAK – Pemerintah Kota Pontianak mendorong Festival Musik Bangun Sahur untuk menjadi etalase budaya sungai yang unik sekaligus daya tarik wisata di Kota Pontianak. Festival yang digelar di kawasan sungai ini diharapkan tidak hanya sekadar hiburan, tetapi juga menjadi media pelestarian nilai budaya serta penguatan identitas kearifan lokal masyarakat.

Dorongan tersebut disampaikan oleh jajaran pemerintah setempat saat sosialisasi Festival Musik Bangun Sahur 1447 Hijriah. Acara ini dirancang oleh Pemkot bersama komunitas seni musik dan pelaku budaya untuk memberi warna baru pada kegiatan Ramadan di Pontianak. Festival Musik Bangun Sahur mengambil latar pemandangan sungai yang khas, seperti Sungai Kapuas, yang selama ini menjadi bagian penting dari kehidupan sosial masyarakat setempat.

Festival ini melibatkan sejumlah musisi lokal dan komunitas kreatif yang tampil dengan berbagai genre musik, dari tradisional hingga kontemporer. Selain musik, pengunjung juga dapat menikmati pertunjukan seni, panggung kreatif, serta bazar kuliner khas Pontianak. Dengan demikian, Festival Musik Bangun Sahur hadir sebagai ajang temu budaya dan kreativitas anak muda Pontianak sekaligus wadah apresiasi seni lokal.

Menurut pihak pemerintah, Festival Musik Bangun Sahur tidak hanya sekadar hiburan semata, tetapi juga diharapkan menjadi etalase budaya sungai yang menarik perhatian wisatawan domestik maupun mancanegara. Aktivitas seni yang digelar di kawasan sungai Kapuas ini dimaksudkan untuk memperkenalkan kekayaan budaya sungai Pontianak kepada lebih luas masyarakat, termasuk generasi muda agar terus mencintai warisan lokal.

Selain itu, pemerintah juga melihat bahwa pelaksanaan festival musik ini dapat memberikan dampak positif bagi pelaku ekonomi kreatif dan UMKM setempat. Kehadiran pengunjung yang datang untuk menyaksikan Festival Musik Bangun Sahur menjadi potensi meningkatnya transaksi di sektor kuliner, kerajinan lokal, dan jasa pariwisata.

Festival Musik Bangun Sahur menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk menguatkan kerjasama antara pemerintah, komunitas seni, dan warga. Festival diposisikan sebagai ruang kolaboratif yang menghadirkan pertemuan antara tradisi lokal dengan dinamika seni kontemporer tanpa mengabaikan nilai sejarah dan filosofi kehidupan sungai.

Kegiatan ini juga dipandang sebagai salah satu cara agar kegiatan Ramadan di Pontianak tidak hanya bersifat religius, tetapi juga kultural dan sosial. Musisi dan pelaku budaya yang terlibat diharapkan dapat menyampaikan pesan moral serta semangat kebersamaan melalui musik, sehingga ibadah puasa dan aktivitas seni berjalan selaras.

Sementara itu, sejumlah pengunjung Festival Musik Bangun Sahur menyatakan antusias mereka atas gelaran ini. Mereka melihat festival musik bernuansa kearifan lokal di tepi sungai sebagai cara baru merayakan Ramadan yang lebih dinamis tanpa meninggalkan nilai keagamaan. Beberapa dari mereka juga berharap Festival Musik Bangun Sahur terus berlangsung di tahun-tahun mendatang sebagai bagian dari kalender pariwisata Pontianak.

Dengan mendorong Festival Musik Bangun Sahur menjadi etalase budaya sungai, Pontianak turut memperkuat citra sebagai kota yang kaya budaya, kreatif, dan terbuka bagi kegiatan seni serta pengalaman wisata yang unik. Festival ini diharapkan dapat memperluas perhatian terhadap budaya sungai Pontianak sekaligus memberi ruang bagi generasi muda untuk terus berkreativitas.

Penulis: Nv

Editor: Chairul

Iklan