Ratusan Masjid Jadi Pusat Layanan Ramadhan di Pontianak, Bazar Murah hingga Pendataan Mustahik

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono dalam Safari Ramadan di Masjid Kota Pontianak. Foto istimewa

PONTIANAKMEREKAM.COM, PONTIANAK – Ratusan masjid jadi pusat layanan Ramadhan Pontianak pada 1447 Hijriah. Pemerintah Kota bersama pengurus masjid memperluas fungsi rumah ibadah tidak hanya sebagai tempat salat, tetapi juga sebagai pusat kegiatan sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Program ini disiapkan untuk memperkuat layanan Ramadhan Pontianak 1447 H, mulai dari pendataan mustahik, penyuluhan kesehatan, hingga bazar sembako murah. Langkah tersebut diharapkan mampu membantu warga menjalani bulan puasa dengan lebih tenang dan terbantu secara ekonomi.

Dalam rapat koordinasi bersama perangkat daerah, tokoh agama, serta pengurus masjid, disepakati bahwa peran masjid selama Ramadhan harus lebih maksimal. Masjid menjadi titik strategis karena dekat dengan masyarakat dan aktif setiap hari.

Pendataan mustahik menjadi salah satu fokus utama. Data ini penting agar penyaluran zakat, infak, dan sedekah bisa tepat sasaran. Pemerintah ingin memastikan bantuan sosial Ramadhan benar-benar diterima warga yang membutuhkan.

Selain itu, sejumlah masjid akan menggelar bazar sembako murah. Program ini diharapkan meringankan beban masyarakat, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan selama bulan puasa. Warga dapat memperoleh bahan pokok dengan harga lebih terjangkau.

Tidak hanya aspek ekonomi, layanan Ramadhan Pontianak juga mencakup penyuluhan kesehatan. Tenaga kesehatan akan memberikan edukasi tentang pola makan sehat saat sahur dan berbuka, menjaga stamina selama puasa, hingga tips menjaga kebugaran tubuh.

Pengurus masjid menyambut baik kebijakan ini. Mereka menilai, masjid memang seharusnya hadir lebih luas dalam kehidupan sosial masyarakat. Momentum Ramadhan dinilai tepat untuk memperkuat solidaritas dan kepedulian antarwarga.

Program masjid jadi pusat layanan Ramadhan Pontianak ini juga diharapkan mempererat kolaborasi antara pemerintah, takmir masjid, dan masyarakat. Pendekatan berbasis komunitas diyakini lebih efektif dalam menjangkau warga yang membutuhkan bantuan.

Selain bazar dan pendataan mustahik, beberapa masjid juga akan menggelar kegiatan edukatif seperti kajian tematik, pembinaan remaja masjid, hingga penguatan ekonomi umat berbasis komunitas.

Warga menyambut positif kebijakan tersebut. Mereka berharap program ini tidak hanya berlangsung selama Ramadhan, tetapi juga menjadi model pelayanan sosial berkelanjutan.

Dengan ratusan masjid aktif menjadi pusat layanan Ramadhan, Pontianak tidak hanya menghadirkan suasana ibadah yang khusyuk, tetapi juga memperkuat fungsi sosial masjid sebagai pilar kesejahteraan umat.

Ramadhan kali ini bukan sekadar ibadah ritual, tetapi juga gerakan sosial berbasis masjid yang nyata manfaatnya bagi masyarakat luas.

Penulis: fz

Editor: Chairul

Iklan