Biadab! Paman di Pontianak Diduga Cabuli Keponakan, Korban Alami Trauma Berat
PONTIANAKMEREKAM.COM, PONTIANAK – Aparat kepolisian di Kalimantan Barat menangani sebuah kasus yang mengguncang komunitas setempat setelah seorang pria dewasa diduga mencabuli keponakannya sendiri di wilayah Pontianak. Peristiwa yang membuat keluarga dan warga setempat terpukul ini mengakibatkan korban mengalami trauma berat dan membutuhkan dukungan psikologis serta pendampingan yang intensif.
Kasus ini terungkap setelah pihak keluarga mengetahui adanya perubahan sikap dan keluhan yang dialami oleh korban. Keluarga kemudian melaporkan dugaan tindakan pencabulan tersebut kepada pihak berwajib untuk ditindaklanjuti secara hukum. Kepolisian Resor Pontianak langsung bergerak cepat melakukan penyelidikan untuk memastikan detail kejadian serta mengamankan pelaku.
Dari hasil penyidikan awal, tersangka—yang merupakan paman dari korban—ditangkap oleh unit perlindungan anak di tempat tinggalnya. Penangkapan dilakukan tanpa perlawanan, dan tersangka kini diamankan untuk proses hukum lebih lanjut. Barang bukti yang relevan turut disita dalam proses penyelidikan.
Pihak kepolisian menyatakan bahwa dugaan tindakan pencabulan ini dilakukan dalam rentang waktu tertentu, dan korban yang masih di bawah umur mengalami dampak psikologis yang cukup berat akibat kejadian tersebut. “Kami akan memproses kasus ini sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku sambil memperhatikan aspek perlindungan terhadap korban,” ujar salah seorang penyidik.
Dalam penanganan kasus, polisi juga melibatkan unit khusus yang menangani perlindungan perempuan dan anak guna memastikan bahwa proses hukum berjalan adil tetapi tetap memprioritaskan keselamatan serta kesejahteraan korban. Pendampingan hukum dan psikologis untuk korban juga menjadi fokus agar dampak trauma dapat diminimalkan.
Kasus seperti ini menyoroti pentingnya kewaspadaan keluarga dan lingkungan terhadap keselamatan anak, terutama dalam konteks hubungan keluarga dekat. Para ahli psikologi anak menekankan pentingnya komunikasi terbuka antara orang tua dan anak, serta pengawasan terhadap perubahan perilaku yang bisa menjadi tanda adanya masalah serius.
Orang tua dan wali terus mendorong agar proses hukum berjalan transparan dan tegas. Mereka menyatakan dukungan penuh kepada aparat penegak hukum agar pelaku mendapatkan hukuman setimpal sesuai dengan undang-undang yang berlaku.
Dugaan pencabulan terhadap anak merupakan pelanggaran serius yang diatur dalam Undang-Undang Perlindungan Anak. Jika terbukti bersalah, pelaku bisa dijerat dengan hukuman pidana berat sebagaimana diatur dalam ketentuan hukum pidana di Indonesia, termasuk pasal pencabulan terhadap anak di bawah umur.
Lembaga perlindungan anak dan komunitas setempat juga turun tangan memberikan dukungan kepada keluarga korban. Mereka menyatakan bahwa kasus semacam ini harus mendapatkan perhatian serius dari masyarakat luas untuk mendorong pencegahan dan edukasi terhadap keselamatan anak.
Polisi mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan konten atau detail yang dapat memperburuk trauma korban atau mengganggu proses hukum. Informasi seputar kasus ini disampaikan melalui saluran resmi agar masyarakat mendapatkan gambaran yang benar tanpa menambah beban psikologis bagi pihak yang terdampak.
Dengan proses hukum yang tengah berjalan, aparat berharap kasus ini dapat menjadi peringatan serta pembelajaran bersama bahwa perlindungan terhadap anak wajib menjadi prioritas. Dukungan keluarga, masyarakat, dan pemangku kepentingan lain diperlukan guna mencegah terulangnya peristiwa serupa di masa mendatang.
Penulis: Nv
Editor: Chairul
