Arena Biliar Menjamur di Pontianak, Wali Kota: Ini Peluang Cetak Atlet Berprestasi
PONTIANAKMEREKAM.COM, PONTIANAK – Pertumbuhan arena biliar di Kota Pontianak dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan tren yang signifikan. Fasilitas olahraga ini kini menjamur di berbagai sudut kota, mulai dari pusat hingga kawasan pinggiran. Kondisi ini dinilai sebagai peluang besar untuk mencetak atlet biliar berprestasi dari Kalimantan Barat.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menilai perkembangan arena biliar bukan sekadar fenomena bisnis hiburan semata, tetapi dapat menjadi bagian dari ekosistem pembinaan olahraga yang serius dan berkelanjutan. Menurutnya, jika dikelola dengan baik, Pontianak memiliki potensi melahirkan atlet yang mampu bersaing di level nasional bahkan internasional.
Ia menegaskan bahwa pemerintah kota mendukung pembinaan olahraga biliar melalui sinergi dengan komunitas dan pengelola arena. Pembinaan yang terstruktur, ketersediaan pelatih profesional, serta penyelenggaraan turnamen rutin dinilai penting untuk mengasah kemampuan atlet muda sejak dini.
Selain aspek pembinaan, pertumbuhan arena biliar juga memberikan dampak ekonomi yang positif. Banyak pengusaha lokal membuka arena modern yang dilengkapi fasilitas nyaman, kafe, hingga ruang komunitas. Hal ini tidak hanya menciptakan lapangan kerja baru, tetapi juga menjadi ruang interaksi sosial bagi generasi muda.
Komunitas pecinta biliar di Pontianak pun semakin aktif. Turnamen lokal kerap digelar untuk meningkatkan jam terbang pemain dan memperkuat daya saing. Kegiatan ini menjadi wadah bagi atlet pemula untuk menunjukkan bakat sekaligus membangun mental kompetisi.
Menurut Edi, olahraga biliar memiliki nilai strategis karena melatih konsentrasi, ketelitian, strategi, serta pengendalian emosi. Nilai-nilai tersebut sangat relevan bagi pembentukan karakter generasi muda. Oleh sebab itu, keberadaan arena biliar perlu diarahkan menjadi ruang yang positif dan produktif.
Ke depan, pemerintah kota berencana mendorong penyelenggaraan turnamen tingkat kota hingga provinsi secara berkala. Ajang ini diharapkan dapat menarik peserta dari luar daerah sekaligus memperkenalkan Pontianak sebagai kota yang aktif mengembangkan olahraga biliar.
Kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan pengurus cabang olahraga menjadi kunci utama agar pembinaan berjalan optimal. Dengan dukungan fasilitas yang terus berkembang dan sistem kompetisi yang sehat, peluang mencetak atlet berprestasi dari Pontianak semakin terbuka lebar.
Pertumbuhan arena biliar yang pesat ini menjadi momentum penting untuk membangun ekosistem olahraga yang kuat. Jika dikelola secara profesional dan berorientasi pada pembinaan, Pontianak berpotensi menjadi salah satu daerah penghasil atlet biliar yang diperhitungkan di tingkat nasional.
Penulis: fz
Editor: Chairul
