Kalbar Jadi Pusat Hilirisasi Bauksit, PT DIB Utamakan Tenaga Kerja Lokal di Industri Aluminium

ilustrasi, Kalbar Jadi Pusat Hilirisasi Bauksit, PT DIB Utamakan Tenaga Kerja Lokal di Industri Aluminium

PONTIANAKMEREKAM.COM, MEMPAWAH – Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) kini semakin menegaskan diri sebagai pusat hilirisasi industri bauksit nasional. Proyek besar pengolahan mineral ini tidak hanya mengangkat nilai tambah sumber daya alam, tapi juga membuka peluang kerja luas bagi warga setempat — terutama melalui komitmen tenaga kerja lokal yang dijalankan oleh PT Dharma Inti Bersama (DIB), pengelola kawasan industri Pulau Penebang.

Proyek hilirisasi yang digarap di kawasan industri Pulau Penebang, Kabupaten Kayong Utara, mencakup pengolahan bauksit menjadi alumina dan aluminium secara terintegrasi. Ini menjadi salah satu bagian penting dari strategi nasional mengubah Kalbar dari sekadar pemasok bahan mentah menjadi produsen produk industrial bernilai tambah tinggi.

Total investasi dari proyek ini mencapai sekitar Rp104,5 triliun (setara US$6,23 miliar), menjadikannya salah satu investasi industri terbesar di Kalbar yang diharapkan mampu menyokong pertumbuhan ekonomi daerah dalam jangka panjang.

Direktur PT DIB, Rasnius Pasaribu, menegaskan bahwa salah satu prioritas utama perusahaan adalah memberdayakan tenaga kerja lokal Kalbar. Komitmen ini tampak dari data terbaru internal perusahaan yang menunjukkan bahwa sekitar 69 persen dari total 1.861 karyawan saat ini adalah warga Kalbar. Sekitar 1.093 pekerja berasal dari Kabupaten Kayong Utara, sementara 403 di antaranya berasal dari Desa Pelapis, wilayah di sekitar kawasan industri.

“Kita ingin supaya masyarakat lokal tidak hanya menjadi penonton. Mereka harus menjadi pemain utama dalam proses hilirisasi ini,” ujar Rasnius, menjelaskan strategi rekrutmen tenaga kerja yang fokus pada warga lokal.

Langkah PT DIB ini sejalan dengan aspirasi pemerintah daerah untuk memastikan bahwa tumbuhnya industri besar tidak hanya menjadi proyek semata, tetapi memberi dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat setempat. Dengan adanya fasilitas industri kompleks seperti smelter alumina refinery, smelter aluminium, serta power plant dan infrastruktur pendukung lainnya, kebutuhan tenaga kerja tidak hanya di lini operasional dasar, tetapi juga di posisi teknis dan terampil akan terus meningkat.

Untuk mendukung kebutuhan tersebut, PT DIB juga mulai menggelar pelatihan dan peningkatan keterampilan bagi masyarakat lokal agar lulusan tenaga kerja Kalbar mampu bersaing dan mengisi posisi-posisi strategis di industri, bukan sekadar menjadi tenaga kasar atau sementara.

Proyek hilirisasi bauksit ini juga diyakini akan memberi dampak domino bagi sektor ekonomi lain, seperti jasa logistik, usaha kecil menengah (UMKM) pendukung, perumahan, dan transportasi, sehingga perekonomian lokal pun diperkirakan meningkat.

PT DIB pada dasarnya bertujuan memperkuat posisi Kalbar dalam rantai pasok global produk aluminium, sekaligus membantu negara mengurangi ketergantungan impor bahan baku industri yang selama ini mencapai puluhan persen kebutuhan nasional.

Dengan prioritas yang jelas pada pemberdayaan tenaga kerja lokal serta investasi yang masif di sektor industri hilir, Kalbar dipandang sebagai wilayah unggulan yang akan memainkan peran kunci dalam perekonomian nasional di masa mendatang.

Penulis: fz

Editor: Chairul

Iklan