Tas Siswa SMP Pelempar Molotov Dipenuhi Nama Pelaku Penembakan Massal Dunia

Tas siswa SMP pelaku pelemparan bom molotov berisi nama pelaku penembakan massal dunia. Foto istimewa

PONTIANAKMEREKAM.COM, PONTIANAK – Fakta baru terungkap dalam kasus pelemparan bom molotov yang dilakukan seorang siswa SMP di Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Dilansir dari detik.com, aparat menemukan tas sekolah milik pelaku dipenuhi tulisan nama-nama pelaku penembakan massal di luar negeri.

Temuan tersebut diungkap dalam proses penyelidikan oleh aparat kepolisian bersama Densus 88 Antiteror Polri. Nama-nama yang tertulis di tas pelaku diketahui merujuk pada tokoh-tokoh yang dikenal luas dalam kasus kekerasan bersenjata di berbagai negara.

Dilansir dari detik.com, salah satu nama yang ditemukan adalah Stephen Paddock, pelaku penembakan massal di Las Vegas, Amerika Serikat, pada 2017. Selain itu, terdapat pula nama Adam Peter Lanza, pelaku tragedi penembakan di Sandy Hook Elementary School pada 2012.

Tak hanya itu, aparat juga mendapati nama Seung-Hui Cho, pelaku penembakan di Virginia Tech, serta Salvador Ramos, pelaku penembakan di Uvalde, Texas. Tulisan tersebut ditemukan di berbagai sisi tas, baik bagian luar maupun dalam.

Selain nama-nama pelaku penembakan massal, dilansir dari detik.com, polisi juga menemukan istilah-istilah yang kerap digunakan dalam komunitas daring bertema kekerasan ekstrem, seperti TCC (True Crime Community) dan tagar #ZeroDay. Istilah ini diduga menunjukkan adanya paparan konten kekerasan global yang dikonsumsi pelaku.

Densus 88 menilai temuan ini menjadi salah satu petunjuk penting dalam mendalami motif dan latar belakang psikologis pelaku. Aparat kini menelusuri lebih jauh kemungkinan pengaruh media digital dan konten ekstrem terhadap perilaku pelajar tersebut.

Peristiwa pelemparan bom molotov sendiri terjadi saat jam istirahat sekolah. Meski sempat menimbulkan kepanikan di lingkungan sekolah, api berhasil dipadamkan sebelum meluas. Dilansir dari detik.com, satu siswa dilaporkan mengalami luka ringan akibat percikan.

Pasca kejadian, pihak sekolah memutuskan menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) sementara guna menjaga keamanan dan ketenangan siswa, sembari menunggu hasil penyelidikan lanjutan dari aparat kepolisian.

Penulis: fz

Editor: Chairul

Iklan