Dokumen Militer Vietnam Bocor: Militer Siapkan Strategi Hadapi Potensi Konflik dengan AS
PONTIANAKMEREKAM.COM, PONTIANAK – Sebuah dokumen internal militer Vietnam yang bocor ke publik mengungkap sejumlah persiapan strategis yang tengah digodok untuk menghadapi kemungkinan konflik militer atau agresi dari Amerika Serikat (AS), di tengah hubungan bilateral yang secara resmi makin dekat dan intens.
Dokumen yang diberi judul “The 2nd US Invasion Plan” ini disusun oleh Kementerian Pertahanan Vietnam pada Agustus 2024 sebagai bagian dari kajian internal tentang potensi ancaman eksternal terhadap kedaulatan negara. Dalam isiannya, militer Hanoi menggambarkan AS sebagai kekuatan yang dinilai “belligerent” atau agresif, serta mencatat kebutuhan untuk tetap waspada terhadap apa yang mereka sebut upaya luar yang bisa memicu konflik atau tekanan politik terhadap pemerintah Vietnam.
Meskipun hubungan diplomatik antara Vietnam dan AS pada 2023 sempat ditingkatkan ke Comprehensive Strategic Partnership, dokumen ini mencerminkan adanya ketidakpercayaan yang mendalam dalam kalangan militer terhadap motif dan strategi Washington. Para perencana militer Vietnam dalam dokumen tersebut merujuk pada kemungkinan taktik yang lebih jauh dari sekedar hubungan ekonomi — termasuk kekhawatiran bahwa pihak luar bisa memicu pemberontakan atau apa yang dikenal sebagai “revolusi warna” dalam upaya melemahkan pemerintah satu-partainya.
Kekhawatiran ini tidak hanya sebatas kemungkinan operasi militer langsung, tetapi juga berakar dari pengalaman sejarah serta ketegangan geopolitik di kawasan Asia. Vietnam sendiri terletak di tengah persaingan strategis antara AS dan Tiongkok. Di satu sisi Hanoi terus meningkatkan hubungan perdagangan dan kerja sama keamanan dengan Washington dan Beijing, tetapi di sisi lain ada elemen di dalam negara yang waspada terhadap dampak langkah diplomatik tersebut terhadap stabilitas internal secara keseluruhan.
Dokumen militer rahasia itu juga menyebutkan bahwa AS dan sekutunya dianggap berpotensi menggunakan berbagai jenis perang atau taktik tekanan untuk mencapai tujuan strategis mereka, sehingga militer Vietnam menilai perlu menyiapkan rencana kontinjensi untuk melindungi negara dari kemungkinan skenario terburuk tersebut. Meski begitu, tidak ada bukti langsung bahwa konflik militer semacam itu akan terjadi dalam waktu dekat.
Menurut analis regional, ketegangan internal ini menunjukkan dualitas kebijakan Vietnam: di luar diplomasi yang ramah, terdapat kehati-hatian strategis di dalam militer yang masih kuat mempertimbangkan kemungkinan ancaman dari kekuatan besar seperti AS dalam konteks geopolitik yang berubah.
Penulis: fz
Editor: Chairul