Belum Ada Kasus Virus Nipah di Pontianak, Dinkes Tetap Perketat Kewaspadaan

Belum Ada Kasus Virus Nipah di Pontianak, Dinkes Tetap Perketat Kewaspadaan (ils pomer)

PONTIANAKMEREKAM.COM, PONTIANAK – Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak, Saptiko, memastikan hingga kini belum ditemukan adanya kasus penularan virus Nipah di wilayah Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Meski demikian, pihaknya tidak lengah dan terus memperketat kewaspadaan serta pengawasan kesehatan di semua fasilitas pelayanan kesehatan.

Menurut Saptiko, virus Nipah menjadi perhatian karena termasuk penyakit zoonosis yang bisa berpindah dari hewan ke manusia, terutama melalui reservoir alami seperti kelelawar buah. Gejala awal infeksinya sendiri sering menyerupai flu dengan demam, batuk, dan gangguan pernapasan, sehingga pengawasan di fasilitas kesehatan perlu ditingkatkan untuk deteksi dini.

Pemantauan ketat dilakukan di rumah sakit, puskesmas, dan klinik di seluruh Kota Pontianak. Tenaga kesehatan diminta waspada terhadap pasien yang datang dengan keluhan infeksi saluran pernapasan atau gejala yang mencurigakan. Selain itu, sosialisasi tentang virus Nipah juga digencarkan agar masyarakat memahami gejala awal dan langkah pencegahannya.

Selain pengawasan medis, edukasi masyarakat juga menjadi fokus penting. RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie (SSMA) Pontianak, misalnya, menggelar penyuluhan tentang virus Nipah, menjelaskan bahwa penularan bisa terjadi lewat kontak langsung dengan hewan terinfeksi atau konsumsi makanan yang terkontaminasi cairan hewan, serta melalui droplet dari orang yang terinfeksi.

Meskipun belum ada laporan kasus di Indonesia, pihak Dinkes mengimbau warga tidak panik tetapi meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi kesehatan mereka. Masyarakat diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami demam tinggi disertai gangguan pernapasan atau penurunan kesadaran.

Pencegahan tetap menjadi langkah utama karena hingga kini belum tersedia vaksin atau obat spesifik yang efektif untuk virus Nipah, yang memiliki tingkat kematian tinggi bila tidak ditangani dengan cepat. Masyarakat juga diingatkan untuk menjaga kebersihan, menghindari kontak dengan hewan berisiko, serta menerapkan pola hidup sehat sebagai upaya preventif.

Penulis: fz

Editor: Chairul

Iklan