Hujan Lebat Guyur Pontianak dan Kubu Raya, BMKG Prediksi Asap Karhutla Berangsur Berkurang
PONTIANAKMEREKAM.COM, PONTIANAK – Hujan lebat yang turun di Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya pada Minggu (1/2/2026) membawa angin segar di tengah memburuknya kualitas udara akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Curah hujan tersebut dinilai berpotensi menekan jumlah titik panas sekaligus mengurangi sebaran kabut asap yang sempat menyelimuti kawasan perkotaan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Supadio Pontianak menyebut peluang hujan di wilayah Pontianak dan sekitarnya masih terbuka dalam sepekan ke depan, dengan intensitas ringan hingga sedang. Kondisi ini diharapkan mampu membantu pemulihan kualitas udara yang sebelumnya terpantau menurun.
Forecaster BMKG Supadio Pontianak, Septika Sari, menjelaskan bahwa berdasarkan analisis cuaca terbaru, dinamika atmosfer mendukung terbentuknya hujan di wilayah Kalimantan Barat, khususnya Pontianak dan Kubu Raya.
“Prakiraan cuaca satu minggu ke depan, wilayah Kota Pontianak terdapat potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang,” ujar Septika Sari saat dikonfirmasi, Sabtu (31/1/2026).
Turunnya hujan diyakini dapat membantu meredam dampak kabut asap yang dalam beberapa hari terakhir mulai mengganggu aktivitas warga. Selain mengurangi jumlah hotspot, hujan juga berperan menekan konsentrasi polutan di udara.
Sebelumnya, BMKG Maritim Pontianak mencatat penurunan jarak pandang akibat kabut asap. Pada Kamis (30/1/2026) pukul 07.00 WIB, jarak pandang minimum tercatat hanya sekitar 800 meter. Kondisi tersebut menunjukkan asap cukup pekat dan berpotensi mengganggu keselamatan transportasi.
BMKG menilai hujan berpeluang menurunkan intensitas kebakaran lahan, namun masyarakat tetap diminta waspada. Potensi hujan disertai petir dan angin kencang berdurasi singkat masih dapat terjadi dalam periode peralihan cuaca.
BMKG mengimbau warga untuk terus memantau perkembangan cuaca melalui kanal resmi agar dapat mengantisipasi dampak cuaca ekstrem serta menjaga keselamatan dan kesehatan di tengah ancaman karhutla yang belum sepenuhnya berakhir.
Penulis: Nv
Editor: Chairul
