Lampion Raksasa 26 Meter Hiasi Vihara Tri Dharma Hiang Thian Siang Sungai Kakap
PONTIANAKMEREKAM.COM, KUBU RAYA – Sebuah lampion raksasa berukuran tidak biasa kini menjadi pusat perhatian di kawasan Vihara Tri Dharma Hiang Thian Siang, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Lampion berbentuk lingkaran bulat tersebut memiliki diameter sekitar 26 meter dengan tinggi mencapai 4,5 meter, menjadikannya salah satu lampion terbesar yang pernah dipasang di area vihara tersebut.
Pemasangan lampion berukuran raksasa ini bukan sekadar elemen dekoratif, melainkan sarat dengan makna simbolis. Lampion tersebut merepresentasikan semangat kebersamaan, kekompakan, serta upaya pelestarian tradisi budaya Tionghoa yang terus dijaga dan diwariskan dari generasi ke generasi oleh masyarakat setempat.
Salah satu pengurus Vihara Tri Dharma Hiang Thian Siang, Hitian, menjelaskan bahwa pembuatan lampion berukuran besar ini membutuhkan proses yang tidak sederhana. Dari tahap awal hingga siap dipasang, setiap detail dikerjakan secara khusus agar lampion dapat terbentuk dengan presisi dan tetap kokoh meski berukuran sangat besar.
“Pengerjaan satu lampion bisa memakan waktu sekitar satu minggu. Dalam prosesnya terdapat kurang lebih 1.500 jahitan yang semuanya dilakukan dengan teknik khusus agar lampion bisa terbentuk sempurna,” ujar Hitian.
Menurutnya, ukuran lampion yang dipasang tahun ini juga lebih besar dibandingkan dengan lampion pada tahun sebelumnya. Hal tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam proses pengerjaan, mulai dari pemilihan bahan, teknik penjahitan, hingga perhitungan struktur agar lampion tetap aman saat dipasang dan digunakan.
Tidak hanya fokus pada ukuran, aspek estetika juga menjadi perhatian utama. Lampion raksasa ini dirancang agar tetap terlihat indah dan proporsional ketika dilihat dari berbagai sudut, baik pada siang maupun malam hari. Saat malam tiba dan lampion menyala, cahaya yang dipancarkan menciptakan suasana yang hangat dan meriah, sekaligus mempercantik area vihara secara keseluruhan.
Hitian menambahkan, kehadiran lampion raksasa ini diharapkan mampu menjadi daya tarik visual bagi masyarakat sekitar maupun pengunjung dari luar daerah yang datang ke vihara. Selain sebagai bagian dari perayaan dan tradisi, lampion tersebut juga diharapkan dapat memperkuat interaksi sosial serta menumbuhkan rasa kebersamaan di tengah masyarakat.
“Lampion ini kami harapkan tidak hanya menjadi simbol budaya, tetapi juga menjadi daya tarik bagi siapa pun yang berkunjung ke vihara,” kata Hitian.
Dari sisi teknis, pemasangan lampion raksasa ini dilakukan dengan persiapan yang matang. Ukurannya yang jauh lebih besar dibandingkan lampion pada umumnya menuntut perhitungan khusus, baik dari segi konstruksi maupun keselamatan. Proses pemasangan melibatkan koordinasi yang baik agar lampion dapat terpasang dengan kuat dan aman di area vihara.
Keberadaan lampion raksasa tersebut memberikan nuansa berbeda di lingkungan Vihara Tri Dharma Hiang Thian Siang. Area vihara tampak lebih semarak, terutama saat malam hari ketika cahaya lampion menerangi sekitarnya. Suasana religius dan budaya berpadu dengan keindahan visual, menciptakan pengalaman tersendiri bagi para pengunjung.
Vihara Tri Dharma Hiang Thian Siang sendiri dikenal sebagai salah satu pusat kegiatan keagamaan dan kebudayaan masyarakat Tionghoa di wilayah Sungai Kakap. Vihara ini secara rutin menjadi tempat berlangsungnya berbagai kegiatan keagamaan, perayaan hari besar, serta aktivitas sosial yang melibatkan masyarakat luas.
Keberadaan lampion raksasa tersebut semakin menegaskan peran vihara tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai ruang pelestarian budaya. Melalui berbagai elemen tradisi seperti lampion, nilai-nilai budaya Tionghoa tetap hidup dan dapat dinikmati oleh generasi muda maupun masyarakat umum.
Pemasangan lampion ini juga mencerminkan semangat gotong royong dan kebersamaan. Proses perencanaan, pengerjaan, hingga pemasangan melibatkan kerja sama berbagai pihak, yang semuanya memiliki tujuan yang sama, yakni menjaga tradisi sekaligus menghadirkan suasana yang harmonis di lingkungan vihara.
Dengan hadirnya lampion raksasa tersebut, Vihara Tri Dharma Hiang Thian Siang kembali menunjukkan komitmennya dalam merawat tradisi budaya sekaligus membuka ruang interaksi budaya yang positif. Lampion tidak hanya menjadi simbol perayaan, tetapi juga penanda kuat bahwa nilai kebersamaan dan pelestarian budaya tetap dijaga di tengah perkembangan zaman.
Penulis: Nv
Editor: Chairul
