Sentimen Pasar Emas Global 2026 Terpengaruh Krisis Greenland dan Gejolak Geopolitik

Sentimen Pasar Emas Global 2026 Terpengaruh Krisis Greenland dan Gejolak Geopolitik (ilustrasi pomer)

PONTIANAKMEREKAM.COM, PONTIANAK – Sentimen pasar emas global pada tahun 2026 menunjukkan dinamika kuat yang dipicu oleh ketegangan geopolitik di kawasan Greenland serta kekhawatiran pasar terhadap gejolak ekonomi global. Emas, yang dikenal sebagai aset safe haven, menerima permintaan tinggi dari investor yang mencari perlindungan di tengah ketidakpastian sebagaimana terlihat dalam pergerakan harga dunia baru-baru ini.

Kondisi di sekitar Greenland — termasuk kekhawatiran atas isu strategis dan hubungan antara Amerika Serikat dan negara-negara Eropa — telah membuat pasar finansial global menjadi lebih sensitif terhadap risiko, sehingga mengarahkan dana investor ke logam mulia seperti emas dan perak. Hal ini mendorong harga emas dalam perdagangan global mencatat level tertinggi baru yang signifikan beberapa kali sepanjang Januari 2026. Harga emas spot bahkan sempat melampaui US$4.800 per ons di beberapa sesi perdagangan global, mencerminkan respons kuat pasar terhadap sentimen risiko tinggi.

Menurut analis pasar, kenaikan itu didorong oleh kekuatan permintaan sebagai safe haven ketika pasar saham dan aset berisiko lainnya mengalami tekanan akibat prospek kebijakan perdagangan yang agresif serta potensi perang dagang luas. Ketidakpastian tersebut membuat emas menjadi pilihan utama bagi investor yang ingin melindungi nilai portofolio mereka dari volatilitas pasar.

Selain dampak langsung terhadap harga emas, pelemahan dolar AS yang terjadi bersamaan juga memperkuat posisi logam mulia. Saat indeks dolar melemah, emas yang dihargakan dalam dolar AS menjadi relatif lebih menarik bagi pemegang mata uang lain, sehingga meningkatkan pembelian emas di pasar internasional.

Namun, respons pasar terhadap isu Greenland tidak selalu seragam. Ketika ketegangan geopolitik sempat mereda — misalnya ketika retorika politik terkait isu tersebut dilunakkan — pasar emas global menunjukkan koreksi harga yang moderat, karena sebagian investor kembali mempertimbangkan alokasi modal mereka ke aset berisiko seperti saham.

Meski demikian, banyak analis memperkirakan bahwa sentimen risiko tersebut masih akan terus menjadi faktor utama yang memengaruhi pergerakan harga emas selama 2026. Tren ini mencerminkan pola historis di mana ketidakpastian geopolitik cenderung mendorong permintaan terhadap aset safe haven, sehingga harga emas mengalami tekanan naik yang lebih tinggi dibanding periode normal.

Pergeseran preferensi investor ini juga berdampak pada harga emas di pasar domestik sejumlah negara, termasuk Indonesia, di mana harga emas batangan mencatat lonjakan seiring dengan penguatan tren global. Permintaan yang meningkat di pasar internasional berkontribusi pada peningkatan harga di pasar lokal, khususnya untuk produk seperti emas Antam dan logam mulia lainnya.

Namun demikian, pasar emas tetap rentan terhadap berita dan kebijakan global. Setiap perkembangan baru dalam hubungan diplomatik atau kebijakan perdagangan internasional berpotensi memicu reaksi cepat dari investor, yang pada gilirannya memengaruhi volatilitas harga emas di pasar global.

Penulis: Nv

Editor: Chairul

Iklan