PONTIANAKMEREKAM.COM, PONTIANAK – Masyarakat diminta lebih waspada terhadap perbedaan gejala flu biasa dan varian baru 2026 yang belakangan dilaporkan menunjukkan pola keluhan lebih berat pada sebagian pasien. Meski sekilas tampak serupa, sejumlah tanda klinis dinilai tidak boleh disepelekan, terutama demam tinggi dan batuk yang berlangsung lama.

Secara umum, flu biasa masih ditandai dengan gejala ringan seperti pilek, hidung tersumbat, bersin, sakit tenggorokan, serta demam ringan yang biasanya membaik dalam waktu tiga hingga lima hari dengan istirahat cukup.

Namun, pada varian flu baru 2026, sejumlah laporan medis menyebutkan adanya perbedaan pola gejala yang lebih intens dan bertahan lebih lama.

Perbedaan Gejala yang Perlu Diwaspadai

Pada flu biasa, demam umumnya berada di kisaran ringan hingga sedang dan jarang disertai kelelahan ekstrem. Batuk yang muncul pun cenderung basah dan cepat mereda.

Sementara itu, varian flu baru 2026 lebih sering memicu demam tinggi mendadak, bahkan pada hari pertama infeksi. Batuk yang muncul umumnya kering, terasa dalam di dada, dan dapat berlangsung lebih dari satu minggu.

Selain itu, penderita varian baru dilaporkan mengalami nyeri otot yang lebih berat, sakit kepala intens, serta kelelahan ekstrem yang membuat aktivitas harian terganggu.

Gangguan Pernapasan Jadi Sorotan

Perbedaan mencolok lainnya adalah keterlibatan saluran pernapasan bawah. Pada flu biasa, gangguan napas relatif jarang terjadi. Sebaliknya, varian baru 2026 dapat memicu rasa sesak ringan hingga sedang, terutama pada kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan individu dengan penyakit penyerta.

Sebagian pasien juga mengeluhkan rasa panas di dada, napas pendek saat beraktivitas ringan, serta batuk yang memburuk pada malam hari.

Durasi Sakit Lebih Panjang

Flu biasa umumnya sembuh dalam waktu kurang dari satu minggu. Namun pada varian flu baru 2026, masa pemulihan dilaporkan lebih panjang, bahkan bisa mencapai 10–14 hari.

Pada fase ini, tubuh masih terasa lemas meskipun demam sudah turun. Kondisi tersebut kerap disalahartikan sebagai sisa kelelahan biasa, padahal dapat menjadi tanda tubuh masih melawan infeksi.

Kapan Harus Periksa ke Dokter?

Masyarakat disarankan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami demam tinggi lebih dari tiga hari, batuk tidak kunjung membaik, nyeri dada, atau kesulitan bernapas.

Pemeriksaan medis diperlukan untuk memastikan diagnosis serta mencegah komplikasi, terutama pada kelompok berisiko tinggi.

Pencegahan Tetap Jadi Kunci

Langkah pencegahan dasar tetap menjadi kunci utama menghadapi flu biasa maupun varian baru. Menjaga kebersihan tangan, menggunakan masker saat sakit, istirahat cukup, serta menjaga daya tahan tubuh dinilai efektif menekan penularan.

Masyarakat juga diimbau tidak meremehkan gejala awal yang tampak ringan, karena keterlambatan penanganan dapat memperpanjang masa sakit dan meningkatkan risiko komplikasi.

Dengan mengenali beda gejala flu biasa vs varian baru 2026, diharapkan masyarakat dapat lebih sigap mengambil langkah pencegahan dan penanganan yang tepat sejak dini.

Penulis: Nv

Editor: Chairul

Iklan