PONTIANAKMEREKAM.COM, BOGOR – Duka mendalam menyelimuti institusi kepolisian dan masyarakat setelah seorang anggota Polri gugur saat menjalankan tugas kemanusiaan dalam penanganan bencana longsor di kawasan Cisarua, Kabupaten Bogor. Korban meninggal dunia usai tertabrak truk milik TNI yang terlibat dalam operasi penanganan material longsor di lokasi kejadian.
Peristiwa tragis tersebut terjadi saat proses penanganan longsor masih berlangsung. Saat itu, aparat gabungan dari Polri, TNI, BPBD, dan relawan tengah berjibaku membuka akses jalan dan mengevakuasi material longsor yang menutup jalur utama serta mengancam keselamatan warga sekitar.
Berdasarkan informasi awal, korban merupakan anggota kepolisian yang sedang mengatur dan mengamankan arus kendaraan operasional di sekitar lokasi bencana. Dalam situasi medan yang licin, berkabut, dan terbatas jarak pandang, sebuah truk TNI yang membawa perlengkapan dan material logistik diduga mengalami kesulitan kendali hingga akhirnya menabrak korban.
Korban sempat mendapatkan penanganan medis darurat dan dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat. Namun, nyawanya tidak tertolong akibat luka serius yang diderita. Insiden ini terjadi di tengah upaya intensif aparat gabungan yang bekerja tanpa henti sejak longsor menerjang wilayah Cisarua. Bencana tersebut sebelumnya dilaporkan menyebabkan akses jalan terputus, kerusakan fasilitas umum, serta menimbulkan kekhawatiran akan potensi longsor susulan.
Sejumlah alat berat dan kendaraan operasional dikerahkan untuk mempercepat proses pembersihan material longsor. Aparat keamanan bertugas mengatur lalu lintas, memastikan keselamatan petugas di lapangan, serta membantu proses evakuasi warga.
Tragedi yang merenggut nyawa anggota Polri tersebut menjadi pengingat keras akan tingginya risiko tugas kemanusiaan yang dijalankan aparat di wilayah bencana.
Kabar gugurnya anggota Polri itu memicu gelombang duka dan belasungkawa. Ucapan penghormatan datang dari rekan sesama aparat, pejabat daerah, hingga masyarakat luas yang mengikuti perkembangan penanganan longsor Cisarua.
Korban disebut sebagai sosok yang dikenal berdedikasi dan bertanggung jawab dalam menjalankan tugas. Kepergiannya dinilai sebagai kehilangan besar, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi institusi dan masyarakat yang dilayaninya.
Pihak kepolisian menegaskan bahwa korban gugur saat menjalankan tugas negara dan kemanusiaan. Proses penanganan jenazah dilakukan sesuai prosedur kedinasan, disertai penghormatan terakhir.
Meski peristiwa terjadi dalam konteks operasi kemanusiaan, aparat terkait tetap melakukan pendalaman dan evaluasi untuk memastikan kronologi kejadian secara menyeluruh. Langkah ini dilakukan guna mencegah insiden serupa terulang, terutama dalam situasi darurat dengan medan berisiko tinggi.
Sementara itu, operasi penanganan longsor di Cisarua tetap dilanjutkan dengan pengamanan ekstra dan penyesuaian prosedur keselamatan bagi seluruh petugas di lapangan.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa di balik setiap operasi penanganan bencana, terdapat pengorbanan besar aparat negara yang mempertaruhkan keselamatan bahkan nyawa demi melindungi masyarakat.
Penulis: Nv
Editor: Chairul

