PONTIANAKMEREKAM.COM, GREENLAND – Ibukota Nuuk mendadak diliputi kegelapan setelah terjadi pemadaman listrik besar-besaran (blackout) yang menjatuhkan seluruh jaringan listrik kota pada Sabtu malam (24/1/2026). Warga sekitar melaporkan listrik padam secara serentak tanpa peringatan sebelumnya, mempengaruhi ribuan penduduk di kota yang memiliki populasi sekitar 20.000 jiwa.

Kejadian ini terjadi sekitar pukul 22.30 waktu setempat, ketika pemasangan listrik dari pembangkit utama tiba-tiba terputus, membuat layanan listrik, telekomunikasi, serta jaringan internet di sebagian besar kawasan Nuuk terhenti total selama beberapa jam.

Penyebab pemadaman telah diungkap oleh Nukissiorfiit, perusahaan utilitas milik negara yang memasok energi ke Nuuk. Dalam pernyataan resminya, perusahaan menyebut bahwa angin kencang di area pembangkit listrik Buksefjord menyebabkan gangguan pada saluran transmisi utama, sehingga listrik terputus secara mendadak.

Gangguan itu bukan berasal dari pemadaman terencana, tetapi lebih merupakan kegagalan pada jaringan transmisi akibat cuaca ekstrem, yang mengakibatkan hilangnya pasokan listrik secara luas di ibu kota.

Selain listrik, layanan internet terganggu signifikan karena sejumlah jaringan bergantung pada infrastruktur yang menggunakan daya tersebut. Pemadaman juga sempat mempengaruhi sistem telepon darurat kepolisian dan suplai air di beberapa sektor kota, sehingga memunculkan keresahan di kalangan warga setempat.

Setelah blackout berlangsung beberapa jam, upaya pemulihan dilakukan secara intensif menggunakan pembangkit darurat dan peralatan cadangan. Menurut laporan, banyak wilayah di Nuuk sudah mengalami pemulihan listrik secara bertahap menjelang dini hari Minggu, dengan layanan listrik, air, dan pemanas mulai kembali normal setelah pemadaman berkepanjangan.

Meskipun demikian, proses pemulihan penuh diperkirakan memakan waktu lebih lama di beberapa daerah yang mengalami kerusakan berat di jaringan transmisi. Pemerintah lokal dan utilitas setempat meminta warga untuk menghemat penggunaan listrik sampai pemulihan total selesai dilakukan.

Greenland, sebagai wilayah terpencil di kawasan Arktik, dikenal memiliki tantangan infrastruktur dalam menghadapi perubahan cuaca ekstrem yang sering terjadi pada musim dingin. Kondisi ini memperlihatkan kerentanan sistem transmisi listrik di wilayah beriklim ekstrim, di mana angin, temperatur rendah, dan kondisi geografis membuat pemeliharaan jaringan menjadi tantangan besar.

Blackout ini juga terjadi beberapa hari setelah pemerintah Greenland menerbitkan pedoman kesiapsiagaan bencana baru untuk warga, termasuk rekomendasi penyimpanan air minum, makanan, dan perlengkapan darurat lainnya. Namun pemerintah menegaskan bahwa pedoman tersebut bukan indikator bahwa krisis langsung akan terjadi.

Penulis: SB

Editor: Chairul

Iklan