Kota Singkawang mulai bertransformasi menyambut Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili dan Festival Cap Go Meh 2026. Panitia perayaan secara bertahap melakukan penataan dan penghiasan kota dengan memasang lampion, replika shio, serta berbagai atribut khas Imlek di sejumlah titik strategis.

Ketua Panitia Imlek dan Cap Go Meh Singkawang, Bun Cin Thong, mengatakan persiapan terus dimatangkan agar rangkaian perayaan tahun ini dapat berlangsung meriah, tertata, dan nyaman bagi masyarakat maupun wisatawan.

“Persiapan terus kami lakukan, termasuk hiasan kota dan area festival, agar perayaan tahun ini berlangsung meriah dan tertata,” ujar Bun Cin Thong, Sabtu (24/1/2026).

Lampion Dipasang Sejak Awal Januari

Ia menjelaskan, tahapan hias kota telah dimulai sejak 3 Januari 2026 dan akan terus berlanjut hingga mendekati puncak perayaan. Pemasangan lampion dan ornamen Imlek dilakukan di berbagai ruas jalan utama, kawasan pusat kota, serta lokasi-lokasi yang menjadi pusat aktivitas masyarakat.

“Panitia sudah mulai melakukan penataan kota dengan pemasangan lampion di sejumlah ruas jalan utama,” jelasnya.

Selain lampion, panitia juga menyiapkan replika shio serta dekorasi khas Imlek lainnya yang menyesuaikan dengan tema Tahun Kuda Api, sehingga menghadirkan suasana khas perayaan Tahun Baru Tionghoa di Kota Singkawang.

Stadion Kridasana Jadi Pusat Kegiatan

Bun Cin Thong menambahkan, Stadion Kridasana tetap menjadi salah satu lokasi utama dalam rangkaian perayaan Imlek dan Cap Go Meh 2026. Area stadion akan dihias dengan berbagai ornamen dan dekorasi khas, sekaligus menjadi pusat pelaksanaan sejumlah agenda besar festival.

Stadion ini nantinya menjadi titik berkumpul masyarakat dan wisatawan untuk menikmati berbagai pertunjukan budaya, hiburan, serta kegiatan khas Cap Go Meh yang menjadi ikon Kota Singkawang.

Imlek Beriringan dengan Ramadan

Perayaan Imlek dan Cap Go Meh tahun ini memiliki makna tersendiri karena beriringan dengan Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah. Imlek 2577 akan diperingati pada 17 Februari 2026, sementara 1 Ramadan jatuh pada 18 Februari 2026. Adapun puncak perayaan Cap Go Meh digelar 15 hari setelah Imlek.

Menurut Bun Cin Thong, momen ini menjadi simbol kuat keharmonisan dan toleransi antarumat beragama di Singkawang.

“Rangkaian kegiatan Imlek, Cap Go Meh, dan Ramadan yang dikemas menjadi Ramadhan Fair akan berjalan beriringan. Ini sekaligus mempertegas Singkawang sebagai kota tertoleran,” katanya.

Perkuat Citra Kota Toleransi dan Destinasi Wisata

Pemerintah Kota Singkawang berharap kolaborasi antar panitia perayaan Imlek, Cap Go Meh, dan Ramadhan Fair mampu menghadirkan wajah kota yang inklusif dan harmonis. Selain memperkuat citra Singkawang sebagai kota toleransi, rangkaian perayaan ini juga diharapkan menjadi magnet wisata nasional.

Dengan dekorasi kota yang semarak, keberagaman budaya yang ditampilkan, serta suasana kebersamaan lintas agama, Singkawang optimistis perayaan Imlek dan Cap Go Meh 2026 kembali menjadi salah satu agenda budaya terbesar dan paling dinanti di Indonesia.

Penulis: Nv

Editor: Chairul

Iklan