PONTIANAKMEREKAM.COM, BANDUNG – Komando Daerah Militer (Kodam) III/Siliwangi hingga kini masih menelusuri kabar terkait dugaan 23 anggota TNI yang hilang akibat tanah longsor yang menerjang permukiman di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat pada Sabtu dini hari (24/1/2026). Peristiwa itu juga telah menewaskan beberapa warga dan menyebabkan puluhan lainnya dinyatakan hilang.

Longsor terjadi di Kampung Pasir Kuning RT 05 RW 11, Desa Pasirlangu, tepatnya di lereng Gunung Burangrang, setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Material tanah dan lumpur mengubur puluhan rumah warga sehingga menimbulkan kerusakan parah serta memicu proses evakuasi besar-besaran oleh tim gabungan SAR.

Menurut data sementara yang dihimpun oleh tim SAR gabungan hingga sore hari, sedikitnya delapan orang telah ditemukan meninggal dunia, 23 orang berhasil selamat, dan sekitar 83 orang masih dalam pencarian oleh petugas. Total warga terdampak diperkirakan mencapai lebih dari seratus jiwa dari puluhan kepala keluarga.

Namun, di tengah upaya pencarian tersebut, muncul informasi yang menyebutkan bahwa 23 prajurit TNI turut menjadi korban hilang, yang kini menjadi fokus penelusuran Kodam III/Siliwangi.

Kepala Penerangan Kodam III/Siliwangi Kolonel Inf Mahmuddin menegaskan bahwa sejauh ini pihaknya belum dapat memastikan apakah ada anggota TNI di antara korban yang belum ditemukan tersebut. Kodam masih melakukan konfirmasi langsung di lapangan bersama pihak desa dan tim SAR.

“Sampai saat ini kami belum bisa memastikan kebenaran informasi terkait kemungkinan adanya anggota kami yang belum diketahui keberadaannya. Nanti akan kami konfirmasi kembali,” ungkap Mahmuddin dalam keterangan pers di lokasi bencana.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa pencarian terhadap semua korban tetap dilakukan tanpa henti, baik untuk warga sipil maupun kemungkinan personel TNI yang terdampak. Operasi pencarian terus digencarkan meskipun menghadapi kendala cuaca dan medan yang berat.

Proses evakuasi dan pencarian korban mendapat hambatan signifikan akibat kondisi cuaca ekstrem berupa hujan disertai angin yang masih berlangsung sejak pagi hari. Aliran air yang kuat serta sisa material longsor yang masih bergerak membuat penggunaan alat berat tidak dapat dilakukan dengan aman.

Selain itu, lokasi longsor membentang dari titik atas lereng hingga ke bagian bawah dengan jarak hampir dua kilometer, yang juga menyulitkan akses petugas untuk mencapai area terdalam. Tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, BPBD, Basarnas, serta relawan SAR tetap berada di lokasi dan bersiap menunggu membaiknya cuaca untuk memaksimalkan pencarian.

Para korban yang berhasil ditemukan dan selamat telah dievakuasi dan ditempatkan di Kantor Desa Pasirlangu, sementara masyarakat yang terdampak lainnya terus didata dan diberikan bantuan darurat.

Kodam III/Siliwangi menegaskan bahwa seluruh informasi mengenai aparat TNI yang hilang masih bersifat dugaan awal dan menunggu konfirmasi resmi. Kolonel Mahmuddin juga mengimbau agar publik tidak berspekulasi berlebihan sampai informasi final tersedia, sekaligus memastikan bahwa upaya penyelamatan dan evakuasi dilakukan secara terkoordinasi.

“Kami akan terus melakukan pencarian. Namun saat ini hujan masih turun dan material longsor masih bergerak, sehingga pencarian dilakukan dengan memperhatikan keselamatan petugas,” tambahnya.

Perkembangan terbaru terkait apakah benar ada prajurit TNI yang belum diketahui keberadaannya akan terus diperbarui oleh pihak Kodam sesuai hasil konfirmasi dan identifikasi di lapangan.

Penulis: Nv

Editor: Chairul

Iklan