PONTIANAKMEREKAM.COM, PONTIANAK – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menyelimuti Kota Pontianak dalam beberapa hari terakhir. Kondisi udara yang semakin pekat memicu kekhawatiran terhadap dampak kesehatan, terutama bagi anak-anak, lansia, dan masyarakat dengan penyakit pernapasan. Menyikapi hal tersebut, Pemerintah Kota Pontianak menetapkan langkah siaga dan mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.
Pantauan di sejumlah titik kota menunjukkan jarak pandang berkurang, terutama pada pagi dan malam hari. Asap terpantau cukup tebal di kawasan permukiman, jalan protokol, hingga area perkantoran. Kondisi ini diduga dipengaruhi oleh meningkatnya titik api di wilayah sekitar Kalimantan Barat serta faktor cuaca kering yang mempermudah penyebaran asap.
Pemerintah Kota Pontianak melalui perangkat daerah terkait meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi dampak kabut asap. Koordinasi lintas instansi terus dilakukan, termasuk dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Kesehatan, serta aparat keamanan guna memantau perkembangan situasi dan meminimalkan dampak yang ditimbulkan.
Pemkot juga menginstruksikan jajaran kelurahan dan kecamatan untuk aktif menyampaikan informasi kepada masyarakat terkait kondisi udara dan langkah-langkah pencegahan yang perlu dilakukan. Masyarakat diimbau untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan, khususnya pada jam-jam ketika asap berada pada tingkat paling pekat.
Sebagai langkah pencegahan, Pemkot Pontianak mengimbau warga agar menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah. Masker dinilai efektif untuk mengurangi paparan partikel berbahaya yang terkandung dalam asap karhutla, yang berpotensi menimbulkan gangguan pernapasan.
Selain penggunaan masker, masyarakat juga disarankan untuk memperbanyak konsumsi air putih, menjaga daya tahan tubuh, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami keluhan seperti batuk, sesak napas, atau iritasi mata.
Dinas Kesehatan setempat juga meningkatkan kesiapan fasilitas layanan kesehatan untuk menangani potensi lonjakan pasien akibat gangguan pernapasan. Puskesmas diminta bersiaga dan memberikan pelayanan optimal kepada warga yang terdampak.
Kabut asap yang kian pekat mulai berdampak pada aktivitas masyarakat. Sejumlah warga mengaku mengalami gangguan pernapasan ringan hingga mata perih akibat paparan asap. Aktivitas luar ruangan, termasuk olahraga dan kegiatan anak-anak, mulai dibatasi demi menghindari risiko kesehatan.
Pengendara kendaraan bermotor juga diminta lebih berhati-hati karena jarak pandang yang berkurang dapat meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas. Aparat kepolisian bersama dinas terkait terus melakukan pemantauan di titik-titik rawan.
Di sisi lain, upaya pencegahan dan penanganan karhutla terus dilakukan oleh pemerintah daerah bersama instansi terkait. Patroli terpadu digencarkan untuk mencegah terjadinya pembakaran lahan, baik secara sengaja maupun akibat kelalaian.
Pemerintah juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Tindakan tersebut tidak hanya membahayakan lingkungan dan kesehatan, tetapi juga memiliki konsekuensi hukum sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Pemkot Pontianak mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mengikuti perkembangan informasi resmi dari pemerintah. Masyarakat diharapkan tidak panik, namun tetap disiplin menerapkan langkah-langkah perlindungan diri selama kondisi kabut asap masih berlangsung.
Dengan kerja sama seluruh pihak, pemerintah berharap dampak karhutla dan kabut asap dapat diminimalkan serta kesehatan masyarakat tetap terjaga.
Penulis: Nv
Editor: Chairul

