Gajinya Tembus Rp3 Miliar, Ini Rekam Jejak dan Profil Arman Depari yang Menjabat Komisaris Pelindo
PONTIANAKMEREKAM,PONTIANAK – Nama Arman Depari belakangan menjadi perhatian publik seiring posisinya sebagai Komisaris PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo, salah satu badan usaha milik negara (BUMN) strategis di sektor kepelabuhanan. Sorotan muncul setelah beredar informasi mengenai besaran penghasilan jajaran komisaris Pelindo yang mencapai miliaran rupiah per tahun.
Pelindo merupakan BUMN hasil penggabungan (merger) empat perusahaan pelabuhan negara yang kini mengelola pelabuhan-pelabuhan utama di Indonesia. Sebagai komisaris, Arman Depari memiliki peran penting dalam fungsi pengawasan, pemberian nasihat strategis, serta memastikan tata kelola perusahaan berjalan sesuai prinsip good corporate governance.
Berdasarkan laporan keuangan BUMN dan ketentuan remunerasi komisaris perusahaan negara, total penghasilan komisaris Pelindo diketahui berada di kisaran miliaran rupiah per tahun. Angka tersebut mencakup gaji pokok, honorarium, tunjangan, serta fasilitas lain yang ditetapkan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Dalam beberapa laporan resmi, total remunerasi komisaris di Pelindo dapat mencapai sekitar Rp3 miliar per tahun, tergantung jabatan, masa tugas, dan kebijakan perusahaan. Besaran tersebut sejalan dengan skala bisnis Pelindo yang mengelola aset strategis nasional dan memiliki pendapatan triliunan rupiah.
Arman Depari dikenal sebagai sosok dengan latar belakang pengalaman panjang di bidang organisasi, kepemimpinan, dan manajemen. Ia memiliki rekam jejak aktif di berbagai organisasi nasional serta kerap terlibat dalam kegiatan yang berkaitan dengan penguatan sumber daya manusia dan tata kelola kelembagaan. Sebelum menjabat sebagai Komisaris Pelindo, Arman Depari tercatat pernah menduduki sejumlah posisi strategis di organisasi kemasyarakatan dan lembaga yang berkaitan dengan pengembangan kebijakan publik. Pengalaman tersebut menjadi salah satu pertimbangan penunjukannya sebagai komisaris di BUMN pelabuhan tersebut.
Sebagai komisaris, Arman Depari tidak terlibat langsung dalam operasional harian perusahaan. Namun, posisinya sangat krusial dalam melakukan pengawasan terhadap kinerja direksi, memberikan masukan strategis, serta memastikan kebijakan perusahaan sejalan dengan kepentingan negara dan masyarakat.
Pelindo sendiri memiliki peran vital dalam mendukung logistik nasional, arus ekspor-impor, serta konektivitas antarwilayah di Indonesia. Karena itu, jajaran komisaris dituntut memiliki integritas, kompetensi, dan pemahaman terhadap tata kelola perusahaan berskala besar.
Besaran gaji komisaris BUMN, termasuk Pelindo, kerap menjadi perhatian publik. Pemerintah menegaskan bahwa penetapan remunerasi dilakukan berdasarkan regulasi yang berlaku, kinerja perusahaan, serta prinsip kewajaran dan akuntabilitas. Transparansi laporan keuangan dan penghasilan pejabat BUMN dinilai penting untuk menjaga kepercayaan publik, terutama karena perusahaan-perusahaan tersebut mengelola aset negara.
Dengan penghasilan yang mencapai miliaran rupiah per tahun, posisi Komisaris Pelindo yang dijabat Arman Depari mencerminkan tanggung jawab besar dalam mengawasi salah satu BUMN strategis nasional. Rekam jejak organisasi dan pengalaman kepemimpinannya menjadi modal utama dalam menjalankan peran tersebut, di tengah sorotan publik terhadap kinerja dan tata kelola perusahaan negara.
Penulis: Nv
Editor: Chairul
