PONTIANAKMEREKAM,PONTIANAK – Perawatan rutin menjadi faktor penting dalam menjaga performa dan usia pakai mobil, terutama pada kendaraan bertransmisi otomatis atau mobil matik. Salah satu perawatan paling krusial adalah penggantian oli secara berkala. Sayangnya, masih banyak pemilik mobil matik yang menunda atau mengabaikan jadwal ganti oli, padahal dampaknya bisa cukup serius.
Telat mengganti oli, baik oli mesin maupun oli transmisi matik, dapat memicu berbagai masalah teknis yang berujung pada penurunan performa hingga kerusakan komponen vital kendaraan.
Peran Oli pada Mobil Matik
Oli pada mobil matik tidak hanya berfungsi sebagai pelumas, tetapi juga berperan dalam menjaga suhu mesin, membersihkan kotoran, serta membantu kinerja sistem transmisi otomatis. Khusus oli transmisi matik (Automatic Transmission Fluid/ATF), cairan ini berfungsi sebagai pelumas sekaligus media hidrolik yang mengatur perpindahan gigi.
Jika kualitas oli menurun akibat pemakaian terlalu lama, fungsinya tidak lagi optimal dan dapat berdampak langsung pada kinerja kendaraan.
Dampak Buruk Jika Telat Ganti Oli Mobil Matik
Berikut sejumlah dampak negatif yang berpotensi terjadi apabila pemilik mobil matik terlambat mengganti oli:
1. Perpindahan Gigi Menjadi Kasar
Oli yang sudah kotor dan menurun kualitasnya membuat sistem transmisi tidak bekerja optimal. Akibatnya, perpindahan gigi terasa tersentak, kasar, atau bahkan terlambat merespons.
2. Mesin Lebih Cepat Panas (Overheating)
Oli berfungsi membantu meredam panas akibat gesekan antar komponen. Jika oli sudah terlalu lama digunakan, kemampuan pendinginannya berkurang sehingga mesin dan transmisi berisiko mengalami overheat.
3. Konsumsi Bahan Bakar Lebih Boros
Gesekan antar komponen yang tidak terlumasi dengan baik membuat mesin bekerja lebih berat. Kondisi ini berdampak pada efisiensi bahan bakar yang menurun.
4. Timbul Bunyi Tidak Normal
Oli yang aus tidak mampu melapisi komponen logam secara maksimal. Akibatnya, muncul suara dengungan, gesekan, atau bunyi kasar dari mesin maupun transmisi.
5. Risiko Kerusakan Transmisi Matik
Ini merupakan dampak paling serius. Kerusakan pada transmisi matik akibat telat ganti oli dapat berujung pada biaya perbaikan yang sangat mahal, bahkan mencapai puluhan juta rupiah.
Kapan Waktu Ideal Ganti Oli Mobil Matik?
Secara umum, oli mesin mobil matik disarankan diganti setiap 5.000–10.000 kilometer, tergantung jenis oli dan kondisi pemakaian. Sementara itu, oli transmisi matik biasanya diganti setiap 20.000–40.000 kilometer, sesuai rekomendasi pabrikan.
Namun, untuk mobil yang sering digunakan di kondisi macet, membawa beban berat, atau medan menanjak, penggantian oli sebaiknya dilakukan lebih cepat.
Pentingnya Mengikuti Rekomendasi Pabrikan
Setiap pabrikan kendaraan memiliki spesifikasi dan interval perawatan yang berbeda. Oleh karena itu, pemilik mobil matik dianjurkan selalu merujuk pada buku manual kendaraan atau berkonsultasi dengan bengkel resmi agar perawatan dilakukan sesuai standar.
Dengan melakukan penggantian oli tepat waktu, pemilik mobil tidak hanya menjaga performa kendaraan tetap optimal, tetapi juga mencegah risiko kerusakan besar yang dapat merugikan secara finansial.
Penulis: Nv
Editor: Chairul

