Lagi Tren: Bleisure Tourism, Kerja Sambil Liburan Bareng Keluarga, Destinasi Mana yang Jadi Favorit?

Lagi Tren: Bleisure Tourism, Kerja Sambil Liburan Bareng Keluarga ( ilustrasi pomer )

PONTIANAKMEREKAM.COM, PONTIANAK – Tren bleisure tourism atau business and leisure travel kian menguat dan menjadi gaya hidup baru, khususnya di kalangan pekerja profesional, aparatur sipil negara, hingga pelaku industri kreatif. Konsep ini menggabungkan aktivitas kerja dengan liburan, bahkan tak jarang mengajak anggota keluarga ikut serta.

Fenomena bleisure tourism semakin populer seiring berkembangnya sistem kerja fleksibel, work from anywhere (WFA), serta kemajuan teknologi digital yang memungkinkan pekerjaan dilakukan dari mana saja. Tak hanya efisien, konsep ini juga dinilai mampu menjaga keseimbangan antara produktivitas kerja dan kualitas hidup.

Kerja Tetap Jalan, Liburan Tidak Tertunda

Dalam praktiknya, pelaku bleisure tourism biasanya menyelesaikan agenda kerja utama—seperti rapat, kunjungan dinas, atau proyek tertentu—lalu memperpanjang masa tinggal untuk berwisata. Waktu kerja difokuskan pada hari kerja, sementara akhir pekan atau waktu luang dimanfaatkan untuk liburan bersama keluarga.

Tren ini juga didorong oleh meningkatnya kesadaran akan kesehatan mental. Banyak pekerja memilih bleisure untuk menghindari kelelahan akibat rutinitas kerja yang padat.

Destinasi Favorit Bleisure Tourism di Indonesia

Sejumlah daerah di Indonesia dinilai ideal sebagai tujuan bleisure tourism karena memiliki kombinasi akses internet yang baik, fasilitas akomodasi lengkap, serta destinasi wisata ramah keluarga. Berikut beberapa wilayah yang paling sering dipilih:

1. Bali

Bali masih menjadi primadona utama bleisure tourism. Infrastruktur digital yang memadai, banyaknya coworking space, serta ragam destinasi wisata membuat Pulau Dewata cocok untuk kerja jarak jauh sekaligus liburan keluarga.

2. Yogyakarta

Yogyakarta menawarkan biaya hidup relatif terjangkau, suasana kota yang tenang, serta kekayaan budaya dan wisata edukatif. Banyak pekerja memilih Yogyakarta untuk bekerja sambil mengajak keluarga menikmati wisata sejarah dan kuliner.

3. Bandung

Kota Bandung menjadi pilihan karena dekat dengan Jakarta, memiliki banyak hotel ramah keluarga, serta akses internet yang stabil. Udara sejuk dan ragam wisata alam menjadi nilai tambah.

4. Lombok

Lombok mulai naik daun sebagai destinasi bleisure tourism alternatif Bali. Suasana yang lebih tenang, pantai alami, serta pertumbuhan akomodasi modern menarik minat pekerja yang ingin suasana kerja lebih santai.

5. Labuan Bajo

Meski lebih dikenal sebagai destinasi wisata premium, Labuan Bajo mulai dilirik untuk bleisure tourism. Sejumlah hotel kini menyediakan fasilitas kerja jarak jauh dengan pemandangan alam.

6. Kota-Kota Penyangga dan Daerah Berkembang

Selain destinasi populer, kota seperti Bogor, Malang, Solo, hingga Pontianak dan Makassar juga mulai diminati, terutama untuk bleisure berbasis keluarga dan kegiatan dinas yang diperpanjang dengan liburan singkat.

Dampak Positif bagi Daerah

Tren bleisure tourism memberi dampak ekonomi signifikan bagi daerah tujuan. Tingkat hunian hotel meningkat, sektor UMKM bergerak, serta lama tinggal wisatawan menjadi lebih panjang dibanding wisata konvensional.

Pemerintah daerah pun mulai melihat bleisure tourism sebagai peluang strategis untuk mendorong pariwisata berkelanjutan dan menarik segmen wisatawan berkualitas.

Potensi Terus Tumbuh di 2026

Memasuki 2026, bleisure tourism diprediksi terus berkembang seiring adaptasi pola kerja baru. Daerah yang mampu menyediakan konektivitas digital, keamanan, kenyamanan, serta destinasi ramah keluarga akan menjadi pemenang dalam tren ini.

Bleisure tourism bukan sekadar gaya liburan, melainkan representasi perubahan cara manusia bekerja dan menikmati hidup secara seimbang.

Penulis: Nv

Editor: Chairul

Iklan

Banner BlogPartner Backlink.co.id Seedbacklink