PONTIANAKMEREKAM.COM, PONTIANAK – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,1 (M7,1) mengguncang wilayah Melonguane, Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara pada Sabtu malam (10/1/2026) sekitar pukul 21.58 WIB, menurut data terkini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Episenter tercatat berada pada kedalaman sekitar 17 kilometer di laut, sekitar 52 kilometer tenggara Melonguane. BMKG menyatakan gempa ini tidak berpotensi tsunami, tetapi potensi gempa susulan tetap diwaspadai oleh masyarakat di wilayah terdampak.

Getaran gempa kuat dirasakan di sebagian besar wilayah Sulawesi Utara dan sekitarnya, termasuk daerah seperti Minahasa Utara, Bitung dan Kepulauan Sitaro. Hingga laporan ini diterbitkan, belum ada laporan resmi tentang kerusakan atau korban.

 

Menanggapi kondisi atmosfer saat ini, BMKG merilis prakiraan cuaca nasional yang berlaku untuk hari ini, Minggu (11/1/2026), serta peringatan dini situasi cuaca yang masih menunjukkan dinamika aktif di banyak wilayah Indonesia.

Secara umum, BMKG menyampaikan bahwa aktivitas cuaca dipengaruhi oleh pola atmosfer seperti Madden-Julian Oscillation (MJO) yang aktif, yang dapat meningkatkan pembentukan awan hujan di berbagai wilayah Tanah Air. Dalam sepekan terakhir hingga saat ini, hujan dengan intensitas ringan hingga lebat tercatat di banyak lokasi di Indonesia.

Prakiraan Cuaca Indonesia Hari Ini

  • Sebagian besar wilayah Indonesia berpotensi mengalami hujan ringan hingga sedang, dengan potensi beberapa daerah mengalami hujan petir dan awan tebal.

  • Peringatan dini juga dikeluarkan untuk hujan lebat dan intensitas ekstrem di sejumlah daerah, sehingga masyarakat diminta tetap waspada terhadap potensi banjir, angin kencang, dan fenomena hidrometeorologi lain.

 

Untuk wilayah Kalimantan Barat, berdasarkan prakiraan cuaca resmi dari BMKG:

  • Pontianak dan sekitarnya diperkirakan mengalami cuaca cerah hingga berawan pada pagi hari, dengan potensi hujan ringan pada siang atau sore hari tergantung perkembangan awan hujan lokal.

  • Suhu umumnya berada di kisaran 23–30°C dengan kelembapan relatif tinggi — karakteristik tipikal wilayah Kalimantan yang memasuki puncak musim hujan periode ini.

  • Beberapa kabupaten seperti Sanggau, Ketapang, Mempawah, dan Sintang juga menunjukkan pola serupa dengan dominasi cuaca berawan dan potensi hujan ringan secara berkala.

Analisis cuaca mingguan BMKG juga mencatat bahwa kondisi atmosfer mendukung pembentukan awan konvektif yang dapat meningkatkan peluang hujan di sebagian besar Kalimantan pada periode awal Januari ini.

🌧️ Musim Hujan Aktif: BMKG sebelumnya memperingatkan bahwa puncak musim hujan di Indonesia masih berlangsung hingga Februari 2026, dengan potensi hujan lebat, angin kencang, dan peningkatan risiko banjir atau longsor di sejumlah wilayah termasuk Kalimantan Barat.

📱 Update Cuaca & Gempa: Untuk informasi lebih rinci harian per kota atau kabupaten, masyarakat dianjurkan memantau aplikasi Info BMKG, kanal media sosial resmi BMKG, atau situs www.bmkg.go.id secara berkala. ( nv )

Penulis: Nv

Editor: Chairul

Iklan

Banner BlogPartner Backlink.co.id Seedbacklink