PONTIANAKMEREKAM.COM, PONTIANAK – Pemadaman internet nasional yang sempat terjadi di Iran selama lebih dari 36 jam menyita perhatian dunia. Akses ke jaringan global terputus hampir sepenuhnya, membuat komunikasi digital, transaksi ekonomi, hingga layanan publik lumpuh sementara waktu.

Peristiwa ini memunculkan pertanyaan besar: apa yang akan terjadi jika kondisi serupa dialami Indonesia? Mengingat internet kini menjadi tulang punggung aktivitas masyarakat dan bisnis nasional, dampaknya diprediksi jauh lebih luas.

Dalam peristiwa tersebut, akses internet internasional di Iran turun drastis hingga hampir nol. Masyarakat hanya bisa mengakses jaringan domestik terbatas, sementara:

Pemadaman internet skala nasional dikenal sebagai internet shutdown, sebuah kebijakan ekstrem yang berdampak langsung pada stabilitas sosial dan ekonomi.

1. Aktivitas Masyarakat Langsung Terganggu

Internet di Indonesia bukan lagi fasilitas tambahan, melainkan kebutuhan utama. Tanpa internet:

  • aplikasi pesan instan dan panggilan online tidak bisa digunakan,

  • akses informasi real-time terhenti,

  • layanan pendidikan daring berhenti total,

  • masyarakat kesulitan mengakses layanan pemerintah berbasis digital.

Bagi wilayah urban, kondisi ini akan terasa dalam hitungan menit.

2. Sistem Pembayaran Digital Lumpuh

Indonesia adalah salah satu negara dengan pertumbuhan pembayaran digital tercepat. Jika internet mati:

  • QRIS tidak berfungsi,

  • mobile banking berhenti,

  • e-wallet tidak bisa digunakan,

  • transaksi e-commerce gagal total.

Akibatnya, roda ekonomi harian bisa tersendat, khususnya di sektor ritel dan UMKM.

3. Bisnis dan Industri Digital Paling Terdampak

Perusahaan yang bergantung pada koneksi internet akan mengalami kerugian besar, seperti:

  • e-commerce,

  • transportasi online,

  • layanan logistik,

  • media digital dan kreator konten,

  • startup berbasis teknologi.

Bahkan, gangguan beberapa jam saja bisa menimbulkan kerugian miliaran rupiah secara nasional.

4. Sektor Keamanan dan Layanan Publik Ikut Terdampak

Layanan darurat, rumah sakit, hingga sistem lalu lintas modern banyak bergantung pada koneksi data. Pemadaman internet berisiko:

  • menghambat koordinasi darurat,

  • memperlambat pengambilan keputusan,

  • meningkatkan potensi kepanikan publik akibat minimnya informasi resmi.

Apakah Indonesia Berpotensi Mengalami Internet Shutdown?

Indonesia memiliki karakter berbeda dibanding Iran:

  • sistem jaringan internet terhubung ke banyak jalur internasional,

  • tidak memiliki riwayat pemadaman internet nasional total dalam jangka panjang,

  • regulasi lebih menekankan keterbukaan informasi dan stabilitas ekonomi.

Namun demikian, para pakar sepakat bahwa ketergantungan tinggi terhadap internet membuat Indonesia perlu memiliki sistem mitigasi gangguan jaringan, baik akibat bencana alam, gangguan teknis, maupun serangan siber.

Kasus Iran menjadi pengingat bahwa:

  • internet adalah infrastruktur kritis nasional,

  • gangguan internet berdampak langsung pada ekonomi dan sosial,

  • ketahanan digital menjadi isu strategis, bukan sekadar teknologi.

Bagi Indonesia, penguatan jaringan cadangan, sistem komunikasi darurat, dan literasi digital menjadi langkah penting menghadapi risiko global ke depan.

Jika internet di Indonesia mati total seperti yang terjadi di Iran, dampaknya akan:

  • melumpuhkan komunikasi publik,

  • menghentikan transaksi digital,

  • menekan aktivitas bisnis dan UMKM,

  • mengganggu layanan publik dan ekonomi nasional.

Oleh karena itu, menjaga stabilitas dan ketahanan internet bukan hanya tugas penyedia layanan, tetapi juga bagian dari keamanan nasional dan pertumbuhan ekonomi. ( nv )

Penulis: SB

Editor: Chairul

Iklan

Banner BlogPartner Backlink.co.id Seedbacklink