PONTIANAKMEREKAM.COM, PONTIANAK – Harga logam mulia perak terus menarik perhatian investor maupun masyarakat umum di awal tahun 2026. Selain emas yang tengah berada dalam tren penguatan, investor kini banyak menanyakan apakah harga perak mengikuti momentum positif emas atau menunjukkan pola tersendiri.

📈 Harga Perak Hari Ini: Turun Tipis Namun Masih Tinggi

Berdasarkan data perdagangan terbaru, harga perak Antam pada 8 Januari 2026 tercatat turun menjadi sekitar Rp 49.115 per gram dari posisi sebelumnya di sekitar Rp 50.865 per gram. Penurunan ini mengikuti pergerakan harga perak dunia yang juga terkoreksi ke sekitar USD 77,93 per ounce pada periode yang sama.

📊 Tren Pergerakan Harga Perak: Fluktuatif Namun Masih Kuat

Meski terjadi penurunan pada hari tertentu, tren harga perak selama beberapa bulan terakhir menunjukkan kondisi yang kuat dan dinamis, termasuk beberapa periode harga yang melonjak signifikan:

  • Pada 2 Desember 2025, harga perak Antam sempat naik Rp 400 menjadi Rp 35.925 per gram, mencerminkan sentimen pasar yang positif.

  • Sebelumnya di 25 November 2025, perak Antam juga sempat menguat ke Rp 32.625 per gram, naik Rp 700 dari hari sebelumnya.

Secara historis, harga perak domestik memang menunjukkan tren kenaikan dalam beberapa tahun terakhir, terutama jika dibandingkan dengan periode dekade lalu, di mana harga per gram masih jauh lebih rendah.

🔍 Perak vs Emas: Ikut Menguat?

Pergerakan harga perak memang sering berkorelasi dengan emas, namun kedua logam mulia ini tidak identik dalam setiap fase pasar:

  • Emas biasanya dianggap sebagai safe haven utama, sehingga cenderung menguat saat ketidakpastian ekonomi meningkat, termasuk di awal 2026.

  • Perak memiliki karakter ganda karena selain dipandang sebagai aset investasi, ia juga memiliki permintaan industri yang besar dari sektor elektronik, energi terbarukan, dan otomotif. Hal ini membuat perak lebih fluktuatif dibandingkan emas tetapi menawarkan peluang upside yang menarik saat permintaan industri meningkat.

Di pasar global, data juga menunjukkan bahwa perak sempat melonjak tajam mendekati rekor tinggi, bahkan sempat diperdagangkan pada level yang belum terlihat selama bertahun-tahun pada periode tertentu di 2025.

🪙 Apa Artinya bagi Investor dan Konsumen?

📌 Investor jangka panjang melihat perak sebagai salah satu diversifikasi portofolio selain emas — terutama karena potensi kenaikan dari sisi permintaan industri.

📌 Investor jangka pendek perlu berhati-hari karena volatilitas harga perak cenderung lebih tinggi dibandingkan emas.

📌 Konsumen umum yang tertarik membeli perak batangan atau perhiasan juga perlu mempertimbangkan rasio harga emas-perak (gold-silver ratio) sebagai indikator nilai relatif kedua logam ini. Suatu rasio yang tinggi bisa menandakan perak relatif murah dibanding emas, dan sebaliknya. (nv)

Penulis: Nv

Editor: Chairul

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan